Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Cerita Kisah Nabi Nuh AS dalam Bahasa Inggris dan Artinya


CERITA KISAH NABI NUH DALAM BAHASA INGGRIS  -Selamat datang kembali ke ruang belajar kami, seperti biasa kami akan memberikan artikel – artikel yang pastinya bermanfaat bagi pembelajaran bahasa Inggris teman – teman sekalian. Hari ini kami kembali dengan cerita – cerita para nabi yang pastinya membawa teladan baik bagi kita semua. Nuh, merupakan salah satu nabi yang kita kenal dengan ceritanya akan kapal besar yang menyelamatkan banyak umat.

Tanpa buang – buang waktu lagi, mari kita lihat cerita singkat Nabi Nuh dan kapalnya dibawah ini;

Contoh Cerita Kisah Nabi Nuh AS dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Long, long ago in the land of Mesopotamia, there was a town of people who lived wild and evil lives. Even though their ancestors had been good Muslims, they no longer believed in Islam. Instead, they prayed to idols which they made themselves. They would decorate wood and stone idols and ask them for everything they desired. The chiefs and leaders of the town were very wealthy people. They were rude and arrogant, and they thought of nothing but money. They controlled the town, and the poor people lived in fear of them and their evil ways (Zaman dahulu kala di tanah Mesoportania, terdapat sekelompok penduduk yang hidupnya liar dan begitu buruk. Walaupun nenek moyang mereka adalah Muslim, mereka tidak percaya pada Islam. Sebaliknya mereka menyembah berhala yang mereka buat sendiri. Mereka akan menghiasi kayu dan batu dan meminta pada benda – benda tersebut atas apapun yang mereka inginkan. Ketua dan para pemimpin dari daerah tersebut merupakan orang – orang yang sangat kaya. Mereka kasar dan sombong, dan mereka hanya memikirkan uang. Mereka mengantur kota, dan orang – orang yang tidak mampu hidup dalam ketakutan atas aturan iblis mereka).

Allah (SWT) was very angry with the wealthy people in the community. He had blessed them with wealth, land and beautiful houses, but they didn’t thank Him or share it with the poor people. This was wrong. So Allah (SWT) decided to send them a messenger to teach them Islam, like their ancestors had been taught. Allah (SWT) felt that the best way to turn the unfaithful people to the goodness of Islam was to send them a person from among themselves. He knew that the people would pay more attention to a person they knew than to a stranger. Allah (SWT) chose a man named Nuh(A) (Allah SWT sangat marah dengan orang – orang kaya tersebut. Allah suda memberi mereka kekataan, tanah dan rumah yang indah, tetapi mereka tidak berterima kasih atau membagikan kekayaan mereka kepada yang tidak mampu. Ini adalah perbuatan yang salah. Jadi, Allah SWT memutuskan untuk mengirimkan seorang nabi kepada mereka untuk mengajarkan mereka Islam, sebagaimana yang sudah diajarkan kepada keturunannya. Allah SWT mereasa cara terbaik untuk mengembalikan suatu kaum kepada ajaran islam adalah dengan mengutus seseorang dari kaumnya. Allah tahu mereka akan lebih memberikan perhatian mereka kepada seorang yang mereka kenal dari pada orang asing. Allah SWT kemudian memilih seorang laki – laki bernama Nuh) .

Nuh (A) was a very humble and gentle man. He was pious and kind, and he always spoke the truth. He was so trustworthy and wise that people would come to him for advice. His reputation as a truthful and gentle person helped him when he was chosen to be a Prophet, and he gained a few followers (Nuh adalah seorang yang sangat rendah hati dan pria yang lemah lembut. Dia sangat saleh dan baik, dan dia selalu berkata jujur. Dia seorang yang dapat dipercaya dan bijaksana sehingga orang – orang akan datang kepadanya untuk meminta nasihat. Reputasinya sebagai seorang yang berkata jujur dan lembutlah yang membuatnya terpilih menjadi seorang Rasul, dan dia kemudian mendapatkan beberapa pengikut).

All of his followers were poor people, because the wealthy people were too proud to listen to what Prophet Nuh (A) has to say. Prophet Nuh (A) told his people, "Worship only Allah (SWT). There is no God but Him. Otherwise, I fear that you will see the punishment of a painful day." (7:59) The chiefs of the people laughed at Prophet Nuh (A) (semua pengikutnya adalah orang miskin, karena orang – orang kaya sangat sombong untuk mendengar perkataan Nuh. Nabu Nuh mengatakan pada umatnya “Sembahlah hanya Allah. Tidak ada tuhan selain Dia. Sebaliknya, aku takut kau akan melihat hukuman dari hari pembalasan.”).

One of their leaders stepped forth and said, "You are nothing but a man like ourselves. We don’t see anything special about you. You have only a few followers and they are the poorest and the lowest from among us. We do not think that you are better than we are. In fact, we think you are a liar!" (11:27) (salah satu pemimin mereka maju ke depan dan berkata, “Kau itu hanyalah seorang manusia bisa seperti kami juga. Kami tidak melihat hal spesial apapun pada dirimu. Kamu hanya memiliki beberapa pengikut dan mereka adalah orang – orang miskin yang paling rendah dianatara kami semua. Kmai tidak berfikir bahwa kamu ynag terbaik diantara kita semua. kenyataanya, kamu adalah seorang penipu!”)

They don’t want to listen to Nuh and do not believe about the punishment. They said If what you said was true, then bring upon us the punishment you warn us about!" (11:32) Prophet Nuh (A) calmly replied, "Only Allah (SWT) will bring the punishment upon you, and when he does, there will be no escape. None of my advice will help you if Allah (SWT) wills that you remain ignorant. Allah (SWT) is your Lord, and to Him you shall return." (11:33-34) (mereka tidak mendengarkan Noah dan tidak percaya akan pembalasan. Dan mereka berkata jika apa yang kau kataka itu benar, maka bawalah hukuman yang kau peringatkan kepadda kami itu!”Nabi Nuh dengan sabar menjawab “Hanya Alla SWT yang akan membawa hukuman tersebut kepadamu, dan ketika Dia melakukannya, tidka ada jalan untuk mengelak. Tidak adasatu perkataan dariku yang dapat membantumu jika Allah SWT sudah berkehendak dan kau tetap tidak peduli. Allah SWT adalah tuhanmu, dan hanya kepada-Nya kau akan kembali”)

Prophet Nuh (A) and his followers knew Allah was wise and powerful. They knew that Allah only commanded what was good for them even if they didn’t understand. And Prophet Nuh (A) and his followers quickly began working to build the Building an ark was a big job. An ark not just an ordinary boat. It was a huge boat. It had to be strong enough to carry everything. Allah wanted to put it Prophet Nuh (A) and his people worked hard (Nabi Nuh dan pengikutnya tahu bahwa Alla bijaksana dan sangat kuat. Mereka tahu bahwa Allah memerintahkan mereka segala hal yang baik walaupun mereka tidak mengerti. Dan Nabi Nuh dan para pengikutnya dengan segera memulai pekerjaan mereka untuk membangun sebuah kapal. Ini bukanlah kapal biasa. Ini merupakan kapal yang sangat besar. Kapal yang harus sangat kuat untuk membawa segala hal. Allah perintahkan untuk Nabi Nuh dna para pengikutnya bekerja dengan sangat keras) .

Sometimes the towns folk would walk by and make fun of Prophet Nuh (A) and his people. They would say, "You must be crazy to build an ark in the middle of the desert. There is no sea in this area! Do you plan to sail on the sand? Maybe you will pull the ark across the desert!" The people would point and Prophet Nuh (A) and his followers and laugh at them. Sometimes they threatened to hurt them. Even Prophet Nuh’s wife did not agree with him (kadang – kadang para pedunduk yang lewat tertawa dan mengolok – olok Nabi Nuh dan para pengikutnya. Mereka akan berkata” Kau pasti sudah gila membangun kapal di tengah – tengah padag pasir. Tidak asa laut di tempat ini, apakah kamu berencana untuk berlayar di tanag? Mungkin kamu akan menarik kapal tersebut melewati gurun pasir” mereka akan menunjuk ke arah Nabi Nuh dan pengikutnya dan menertawai mereka. Terkadang mereka mengancam akan menyakiti mereka. Bahkan Istri Nuh pun tidak setuju dengan rencananya).

Prophet Nuh (A) was patient. He would reply "Though you are laughing at us, we are laughing you in the same manner. You will soon know who will face the punishment of Allah (SWT)." (11:39) He would then return to building the ark, and he didn’t let the people’s insults stop him. As they were working Allah was watching them. By working hard and working together, Prophet Nuh (AS) and his followers soon finished the ark and waited for Allah’s next command (Nuh snagat sabar. Dia akan menjawab “walaupun kalian menertawakan kami, kami juga menertawai kalian dalam adab yang sama. Kau akan segera tahu siapa yang akan menghadapi hukuman Allah SWT”. Dia kemudian akan kembali membangun kapal, dan dia tidak akan membiarkan perkataan buruk orang – orang menghentikannya. Sebagaimana mereka bekerja Allah pun melihat mereka. Bekerja keras bersama – sama, Nabi Nuh dan peara pengikutnya dengan segera menyelesaikan kapal mereka dna menunggu perintah Allah selanjutnya”).

What did Allah (SWT) have in mind? Allah (SWT) ordered Prophet Nuh (A) to gather a male and female of each type of animal and put them in the boat. He and his followers gathered pairs of Frogs, hipos, bears, sheep, ostriches, giraffes, elephants and every animal they could find (apa yang direncakan Allah? Allah memerintahkan Nuh untuk mengumpulkan betina dan jantan dari tiap – tiap jenis binatang dan memasukkan mereka ke dalam kapal. Dia dan para pengikutnya berkumpul bersama pasangan kodok, kudanil, beruang, kambing, burung unta, jerapah , gajah dan semua binatang yang dapat mereka temukan).

The sky darkened to black as storm clouds rolled in from all over. The clouds seemed to swallow up the light, and thunder began to boom like cannons. Lightning streaked across the sky like crooked snakes, but when they disappeared, the town was once again under a blanket of darkness. People came out of their homes and began wondering why it was going to rain after such a long drought (langit tampak gelap dan berubah menjadi hitam dan awan badai bergulung di seluruh alam. Awan seperti akan menelan cahaya, dna petir mulai meledak sepeti meriam. Petir menyambar di langit seperti ular, namun ketika semuanya menghilang, sekali lagi kota tersebut dilimuti kegelapan. Orang – orang keluar dari rumah mereka dan mulai menerka bahwa akan datang hujan setelah sekian lama).

They would soon find out. Then Allah (SWT) unleashed the storm clouds. Rain came down furiously from the sky. There was so much rain that the ground couldn’t absorb it. But it kept pouring, becoming deeper and deeper. Then, water started to gush out from the ground! The people were terrified. There was water coming from every-where. Soon the desert become loaded by the water, it looks like the sea. Nuh and his followers save in the ark, the unbeliever who treated him badly before was struggled with the flood and regret their decision (mereka akan tahu dengan segera. Kemudian Allah SWT melepaskan awan badai. Hujan datang dengan sangat deras. Begitu deras sehingga tanah tidak sanggup menyerapnya. Tapi hujan terus turun, semakin dalam dan dalam. Kemudian, Air mulai keluar dari tanah. Oraang – orang ketakutan. Begitu banayak air keluar dari tanah dimana – mana. Dengan segera gurun pasir menjadi penuh dengan air, seperti lautan. Nuh dan para pengikutnya aman didalam kapal, orang – orang kafir yang mengancam mereka dengan buruk sebelumnya tersiksa dengan air banjir dan menyesali perbuatan mereka).

--*--

Allah berjanji akan memberi balasan kepada orang – orang yang ingkar dan akan memberikan pahala yang setimpal pada mereka yang taat. Nabi Nuh menyelamatkan banyak umat dan bahkan binatang didalam kapalnya yang besar sesuai dengan perintah Allah, namun tidak dapat mengikut sertakan istri dan dua orang putranya karena mereka tidak percaya akan perinta nabi Nuh yang merupakan Rasul Allah. Mengimani para Nabi dan Rasul allah merupakan rukun iman, sebagai muslim hal ini merupakan sebuah kewajiban yang harus di lakukan.
Loading...