Cerita Rakyat Keong Mas dalam Bahasa Inggris dan Artinya


STORY TELLING KEONG MAS - Selamat pagi semuanya, selamat datang kembali di ruang belajar kami. Pasti kabar kalian semua baik – baik saja bukan? You must be good cuz we going to learn so many exciting things today as always. Hari ini kita kembali dengan legenda lainnya dari Indonesia, yaitu keong Mas. Merupakan legenda dari Indonesia yang masih tetap hidup sampai hari ini. Keong mas merupakan seorang wanita cantik yang dikutuk oleh penyihir jahat menjadi se-ekor keong. Kebanyakan orang akan merasa geli dan jijik terhadap keong, namun dalam kisah keong mas, keong mas diselamatkan oleh seorang wanita tua yang kemudian menjadi satu – satunya orang yang melepas kutukan tersebut. Tanpa buang – buang waktu lagi mari kita lihat legenda singkat dibawah ini;

Cerita Rakyat Keong Mas dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Long time ago there were a couple of husband and wife, they are Prince Raden Putra and Dewi Limaran. They lived in a palace. Prince Raden Putra's father was the king of the kingdom. One day, Dewi Limaran was walking around in the palace garden. Suddenly she saw a snail. It was ugly and disgusting. "Yuck!" said Dewi Limaran and then she threw it away into a river (pada zaman dahuu kala terdapat pasangan suami istri, mreka adalah Pangeran Raden Putra dan Dewi Lamaran. Mereka tinggal di kerajaan. Ayah Pangeran Raden Putra adalah raja dari kerjaaan tersebut. Suatu hari, Dewi limaran sedang berjalan – jalan di kebun kerajaan. Tiba – tiba dia melihat ada se-ekor keong. Sangat jelek dan menjijikkan. “Ohh!” seru Dewi Limaran kemudian dia membuang ke sungai).

She did not know that the snail was actually an old and powerful witch. She could transform herself into anything. The witch was angry to Dewi Limaran. The witch put a spell on her and changed her into a golden snail. The witch then threw it away into the river. The golden snail was drifting away in the river and got caught into a net (dia tidak tahu bahwa keong tersebut adalah penyihir tua yang sangat kuat. Dia dapat merubah dirinya menjadi apa saja. Penyihir tersebut marah kepada Dewi Limaran. Kemudian dia mengutuk Dewi dan mengubahnya menjadi Keong Emas. Penyihir tersebut kemudian membuangnya ke sungat. Keong Emas hanyut di dalam suangai dan kemudian tersngkut di jaring).

An old woman was fishing and used her net to catch some fish. She was surprised to see a golden snail in her net. She took it and brought it home. When the old woman woke up in the morning, she was surprised that the house was in the good condition. The floor was mopped. And she also had food on the table. She was thinking very hard. "Who did this to me? The person is very kind."It happened again and again every morning (seorang wanita tua sedang memancing dan menggunakan jaringnya untuk menangkap ikan. Dia sangat terkejut ketika bangun dipagi hari, dia terkejut ketika rumahnya berubah menjadi bagus. Lantainya sudah dipel. Dia juga melihat makanan di atas meja. Dia berfikir sangat keras “Siapa yang melakukan ini semua? Pastilah dia orang yang begitu baik).

The old woman was very curious. One night she decided to stay up late. She was peeping from her room to know who cooked for her. Then, she could not believe what she saw. The golden snail she caught in the river turned into a beautiful woman. The old woman approached her."Who are you, young girl?"(wanita tua ersebut sangatlah penasaran. Suatu malam dia memutuskan untuk bergadang. Dia mengintip dari kamarnya untuk melihat siapa yang memasak untuknya. Kemudian, dia tidak dapat percaya apa yang dilihatnya. Keong emas yang dia tangkap di sungai berubah menjadi wanita cantik. Wanita tua tersebut menghampirinya. “Siapakah engkau anak muda?” )

"I am Dewi Limaran, Ma'am. A witch cursed me. I can change back as a human only at night," explained Dewi Limaran (“aku Dewi Limaran, Bu. Seorang penyihir mengutuk. Aku hanya dapat berubah menjadi manusia saat malam hari).

"The spell can be broken if I hear the melody from the holy gamelan," continued Dewi Limaran (Kutukannya akan menghilang jika aku mendengar lantunan suara gemelan yang begitu murni” sambung Dewi Limaran).

The old woman then rushed to the palace. She talked to Prince Raden Putra about her wife. Prince Raden Putra was so happy. He had been looking for his wife everywhere. He then prayed and meditated. He asked the Gods to give him the holy gamelan. He wanted to break the witch's spell (wanita tua ini segera berlari menuju istana. Dia bicara kepada Pangeran Raden Putra tentang isrinya. Pangeran Raden Putra sangat bahagia. Dia sudah mencari istrinya kemana – mana. Dia kemudian berdoa dan bermeditasi. Dia meminta kepada Tuhan untuk memberikannya Gamelan suci. Dia ingin menghilangkan kutukan penyihir tersebut).

After several days praying and meditating, finally Gods granted his wish. He immediately brought the holy gamelan to the old woman's house. He played it beautifully. And then amazingly the golden snail turned into the beautiful Dewi Limaran. The couple was so happy that they could be together again. They also thanked the old woman for her kindness. As a return, they asked her to stay in the palace (setelah beberapa hari berdoa dan bermeditasi, akhirnya Tuhan mengabulkan permintaanya. Dia segera membawa Gamelan suci tersebut kerumah wanita tua. Dimainkannya dengan sangat indah. Dan kemudian secara mengejutkan keong mas berubah menjadi Dewi Limaran yang sangat canti. Pasangan tersebut sangat bahagia karena mereka dapat bersama – sama lagi. Mereka juga berterimakasih kepada wnaita tua atas kebaikannya. Sebagai gantinya, dia meminta wanita tua itu untuk tinggal di istana).

---***---

Nilai moral yang dapat kita ambil adalah; bahwa orang – orang baik tidak akan dapat disakiti smapai sedemikian rupa, karna Tuhan maha adil dan selalu mengawasi setiap manusia ciptaannya. Wanita yag mendapat kutukan tersebut melakukan hal – hal baik dengan membantu wanita tua mengerjakan pekerjaan – pekerjaan rumahnya. Maka kemudia Tuhan kembali membantunya menjadi seorang manusia melalui bantuan wanita tua. Tidak ada yang salah dari selalu berbuat baik, karna hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel