Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Kisah Telaga Warna dalam Bahasa Inggris dan Artinya



KISAH TELAGA WARNA - Selamat pagi semuanya, selamat datang kembali di ruang belajar kami. Hari ini kembali dengan pembahasan yang sama yaitu menulis cerita singkat dalam bahasa inggris. Menulis dongeng adalah salah satu cara menyenangkan dalam melatih bahasa Inggris. Tidak hanya mencertikan cerita fantasi, dogeng juga memberikan kita pelajaran yang bisa kita petik dalam menjalani kehidupan sehari – hari. Tanpa buang – buang waktu lagi, mari langsung saja kita lihat cerita singkat dibawah ini;

Kisah Telaga Warna dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Long long time ago, there is very prosperous kingdom which been called Kutatanggeuhan. Kuta means a place, while Tanggeuhan means well-founded or solid. The kingdom was ruled by very kind and wise king names Prabu Suwartalaya and his wife queen Purbamanah. During his govern, the people of Kutatanggeuhan were thrievig and lived so peacefully. But the king and the queen didn’t have any children (pada jaman dahulu kala, terdapat sebuah kerajaan yang begitu makmur yang bernama Kutatanggeuha. Kuta berarti “tempat”, sedangkan Tanggeuhan berarti “penuh makna”. Kerajaan tersebut di pimpin oleh raja yang begitu baik dan bijak bernama Prabu Suwartalaya dan istrinya bernama Ratu Purbamanah. Selama masa jabatannya, masyarakat Kutatanggeuhan memiliki ekonomi yang begitu maju dan begitu makmur. Tetapi Raja an Ratu tidak memilii anak) .

Because of that they felt uncomplete, they felt something was missing since they ha been married for long time. Both of them never considered adoption. They insisted that their would be completed and happy if they coul have their own child. One day the king decide to meditate praying to God to grant him children (hal tersebut membuat mereka merasa tidak sempurna, mereka merasa ada sesuatu yang kurang sejak mereka menikah sekian tahun lamanya. Merka berua tidak pernah berfikir untuk mengadopsi anak. Mereka bersikeras mengatakan bahwa mereka akan merasa sempurna dan bahagia jika memiliki anak biologis mereka sendiri. Suatu hari Raja memutuskan untuk bermeditasi berdoa kepaa Tuhan agar dianugerahkan anak) .

Finally, his wish was granted. The queen gave birth to a daughter, her name ws Nyi Ajeng Gilang Rukmini or as known as Princess Ayu Kencana Ungu. Her parents were ecstatic, they arranged the huge party to celebrate the birth of the princess. All of the people in the kingdom were invited. They partied three days and nights. The princess grew up as a very beautiful princess. Everyone loved her so much, but the way they love her was wrong. They showed their love by spoiling her, the princess got everything that she got (akhirnya, doanya terkabulkan. Ratu melahirkana seorang anak perempuan, namanya adalah Nyi Ajeng Gilang Rukmini atau dikenal juga dengan nama Putri Ayu Kencana Ungu. Ratu da raja begitu bahagia, mereka kemudian mengaadkan pesta yang begitu meriah menyambut kelahiran anak perempua pertama mereka. Semua masyarakat di undang. Pesta diadakan selama 3 hari 3 malam. Sang putri tumbuh menjadi seorang wanita yang begitu cantik. Semua orang mencintainya, tapi cara mereka menyayangi sang putri salah. Mereka menunjukka rasa sayang dan cinta mereka dengan memanjakannya, tuan putri menapatka apapun yang dia inginkan).

The princess favorite thing was priceless jewelry, she was wearing all beautiful stuff everytime. She was never satisfied with her collection, she always asking for more and more. She would get angry and became sulky when people didn’t do what she asked. So, in the end, everybody especially her parents always granted what ever she wishes (barang yang paling isukai putri adalah perhiasa – perhiasan mahal, ia selalu memakai semua bena – benda mahal dan cantik. Dia tidak pernah puas dengan barang koleksiannya, dia selalu meminta lagi and lagi. Dia akan marah da merajuk jika orang – orang tidak memenuhi permintaannya. Jadi, pada akhirnya, semua orang termasuk orang tuanya selalu memenuhi permintaannya).

Day by ay gone and the princess reached her 17th brithday. Because her parents loved her so much, they again spoiled her by arrange another huge party for the whole kigdom to celebrate princess’s birthday. People wanted to gave their princess the best present, so they decided to collectively set aside many precious stones and metals to create a beautiful necklace for their beautiful princess. At the birthday celebration, people from all over the kingdom gather in the ball room. The royal family came out and stepped up to the podium in the middle of the square (hari demi hari berlalu dan sang putri akhirnya berusia 17 tahun. Karena kedua orang tuanya begitu mencintainya, mereka lagi – lagi memanjakannya dengan mengadakan pesta yang besar untuk seluruh masyarakat merayakan peringatan hari kalahiran putri yang ke-17. Masyarakat ingin memberikan putri mereka hadiah yang begitu indah, oleh sebab itu mereka memilih berbagai bbatu dan metal pilihan untuk kemudian dibuat menjadi kalung utuk tuan putri yang begitu cantik. Di hari perayaan tersebut, orang – orang dari berbagai sudut negri datang an berkumpul di ruang pesta. Kelaurga kerajaan keluar dan berdiri di tengah – tengah para tamu undangan).

And then, the representative of th people presented the beautiful necklace as their birthday gift. But when the princess opened the box she frowned. The king asked her to put the necklace on but she rejected the request. She said she won’t wore that kind of tacky necklace, so she threw it to the floor until the necklace broken (dan kemudian, perwakilan rakyat akan memberikan kalug indah yag sudah mereka buat kepaa sang putri seagai hadiah ulang tahunnya. Tetapi ketika putri membuka kotak tersebut keningnya mengerut. Raja meminta putri untuk memakai alug pemberian tersebut tetapi dia menolak perintaan tersebut. Putri mengataka dia tidak akan pernah memakai kalung jelek seperti itu, kemudian dilemparkannya kalung tersebut dilantai sehingga hancur lebur).

The queen who saw what she had done was crying in deep sadness. One by one the pople who were there cry too. Suddenly a wellspring came out from the ground, the stream din’t stop until the kingdom was drowned. The source became a lake eventually. People called it telaga warna since the color of the lake kept changing. It was said the color change was due to the sparks of the shattered necklace at the bottom of the lake (ratu yang melihat hal tersebut menangis dengan penuh kesedihan. Satu persatu masyarakatnya juga ikut menangis. Tiba – tiba muncul sumber mata air dari lantai, aliran air tersebut tidak dapat berhenti hingga kerajaan tersebut tenggelam. Sumber mata air tersebut kemudian menjadi danau. Orang – orang menyebutnya Telaga Warna karna danau tersebut dapat berubah – ubah warna. Rumor mengatakan bahwa perubahan warna tersebut disebabkan karna sinar permata kalung yang hancur dan tersebar di dasar danau).

Dari cerita singkat diatas dapat kita ambil pelajaran bahwa memanjakan seorang anak adalah cara mencintai yang tidak sempurna. Mengajarkannya norma – norma hidup sesuai dengan kaidah yang berlaku adalah salah satu bentuk cinta yang indah. Pelajaran yang kedua adalah, perkataan dapat menyakiti perasaan seseorang daripada perbuatan, oleh sebab itu biasakan untuk berbicara dengan santun.
Loading...