Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Paragraf Simple Past Tense (LIBURAN, DIRI SENDIRI, PENGALAMAN)


PARAGRAF SIMPLE PAST TENSE (LIBURAN, DIRI SENDIRI, PENGALAMAN)
Selamat datang kembali teman – temanku di ruang belajar kami yang penuh dengan ilmu – ilmu pengetahuan berguna. Seperti yang selalu kami janjian akmi akna kembali dengan artikel – artikel bermanfaat yang pastinya tidak akan membuat teman – teman sekalian merasa bosan belajar bahasa Inggris.

Hari ini kita kembali berlatih bahasa Inggris dengan membuat cerita singkat berdasarkan tenses. Tanpa buang – buang waktu lagi, mari langsung saja kita lihat contoh singkat cerita dibawah ini;

Contoh Paragraf Simple Past Tense Tentang LIBURAN


CERITA TENTANG LIBURAN

I was graduated from university around 4 years ago. I was went to University of Sumatera Utara, I was living apart from my family there for almost six years before I decided to going back to my hometown. Last month I booked ticket to have trip to Medan. Even I haven’t stay in the city for long time now, I still remember a lot of places. As soon as I arrived I felt my nostalgia memories were playing in my head, I felt warm in my heart remember all of memories with my friends back then. I was going to stay at the hotel but one of my university friends let me stayed in her home (sudah 4 tahun belalu setelah aku lulus dari universitas. Aku kuliah di Universitas Sumatera Utara, aku tinggal terpisah dari keluarga selama hamper 6 tahun. Sebelum akhirnya aku memilih untuk kembali ke kampong halaman. Bulan lalu aku memesan tiket untuk liburan ke Medan. Walaupun aku sudah lama tidak tinggal di Medan, tetapi aku masih mengingat banyak tempat. Setiba aku disana aku lansgung merasakan memori nostalgia bermain di dalam kepalaku, aku emrasakan kehangatan di dada mengingat semua kenangan bersama teman – temanku dimasa lalu. Aku berniat menginap di hotel tetapi salah satu teman kuliahku menawarkanku untuk menginap di rumahnya) .

We spent time together, talking about our memories when we were in university. We laughing at our past time until midnight. Next day, me and my friend have planned to visited our university. It has been long time since the day we graduated, there is nothing much has changed but the park where we used to sat was gone. The park area has changed to be parking area(kami menghabiskan waktu bersama, bercerita tentang memori masa lalu ketika kami di universitas. Kami tertawa mengingat masa lalu. Besoknya, aku dan temanku sudah berencana untuk pergi mengunjungi universitas kami. Sudah lama sekali setelah hari kelulusan, tidak banyak yang berubah tetapi taman dimana kami sering duduk bersama sudah tidak ada. Area taman sudah berganti menjadi area parkir).

After that, we were going to ate lunch. We choosed our old favorite restaurant, I ordered Mie ayam and my friend was Nasi lemak. I was so happy because I could eat my favorite food when I was in university again. We weren’t stop after lunch, we decided to watched some movie in Theater near by campus. I visited few places in my last holiday and I feel extreamly happy (setelah itu, kami makan siang. Kami memilih restaurant favorit kami duu, aku emmesan Mie Ayam dan temanku memesan Nasi Lemak. Aku merasa begitu bahagia karena aku bisa memakan makanan kesukaanku semasa kuliah lagi. Kami tidak berhenti setelah makan siang, kami memutuskan untuk menonton film di bioskop dekat sekitaran kampus. Aku mengunjungi beberapa tempat di liburan kemarin dan aku benar – benar merasa sangat bahagia).


Contoh Paragraf Simple Past Tense Tentang DIRI SENDIRI


CERITA TENTANG DIRI SENDIRI

I used to like dancing when I was kid, my mom signed me up to several dance class. And I felt so free everytime I dance. Feel like I can express myself just by moving my body. In my opinion dance is beautiful art. I had dance on the stage for 5 times back in time. And I had joined the competition which gave me gold medal and I would never forget this experience (aku suka menari ketika aku masih kecil, ibuku mendaftarkanku di beberapa kelas menari. Dan aku merasa begitu bebas setiap kali aku menari. Rasanya aku bisa mengekspresikan diri hanya dengan menggerakkan badanku. Menurutku menari adalah sebuah seni yang sangat indah. Aku sudah pernah menari diatas panggung sebanyak 5 kali. Dan aku sudah pernah mengikuti perlombaan yang mana berhasil memberikanku medali emas dan aku tidak akan pernah melupakan pengalaman tersebut).

I had so much experiences when I was a dancer. I got injured my knee, hip and ankle for couple of times, it was so hard process but that was life. You can’t get everything you dream about just in one hand, you need to put all of your effort in it, you need to be broke down for billion times before you get there (aku memiliki cukup banyak pengalaman ketika menjadi seorang penari. Aku pernah terluka beberapa kali di lutus, pinggul, dan pergelangan kaki, itu merupakan proses yang begitu berat tetapi itulah kehidupan. Kamu tidak bisa mendapatkan semua yang kita mimpikan hanya dengan satu tangan, kamu harus berusaha sepenuhnya, akmu harus gagal beribu kali sebelum akhirnya kamu mendapatkan apa yang kamu impikan).

I was stop dancing when I went to university, because I need to be more focus with my education. But dancing was my unforgettable experience in my life, it would remind me everyday that I was hardworking when I was in dancing, and the result didn’t disappointed me. So I will work harder and harder for my next goals (aku berhenti menari ketika aku masuk dunia perkuliahan, karena aku harus lebih focus dengan pendidikanku. Tetapi menari adalah pengalaman yang tidak terlupakan dalam hidupku, hal ini akan terus mengingatkanku bahwa aku seorang pekerja keras ketika aku dalam dunia menari, dan hasilnya tidak mengecewakanku. Jadi aku akan bekerja lebih keras dan lebih keras lagi untuk mimpiku selanjurnya).


Contoh Paragraf Simple Past Tense Tentang PENGALAMAN


CERTIA PENGALAMAN

I have so interesting experience about my last trip to the village with my friends last year. We really like travelling together, we have enjoyed this activity since we were in highschool. Even we weren’t go to the same university after high school, we still solid as a group. So, our group consist 5 people. Me, Junet, Lila, Martin, and Denia. Even we have different circumstances in our new live now we still remain as good friend (aku punya pengalaman yang begitu menarik dari liburanku ke pedesaan bersama teman – temanku tahun lalu. Kami memang senang pergi jalan – jalan bersama, kami sudah memiliki ritual ini sejak kami di bangku SMA. Walaupun kami tidak kuliah di Universitas yang sama, kami tetap kompak. Jadi grup kami terdiri dari 5 orang. Aku, Junet, lila, Martin dan Denia. Walaupun kami sudah memiliki lingkungan berbeda di kehidupan baru kami sekarang kai tetap berteman sangat akrab).

It started from Junet, he texted me and others telling his plan for the holiday last year. He said he had wanted to do mountain climbing since long time ago, and since we were mature enough to traveling without parents supervision, it’s the right time to go climbing. But Denia rejected the idea, she said “it’s really dangerous for climbing, none of us have experience in climbing before” after in long debate we agreed with Denia and choosed another option to start our journey (ini dimulai dari Junet, dia mengirimkan pesan kepadaku danyang lainnya mengatakan rencana liburannya tahun lalu. Dia bilang dia sudah sangat ingin pergi mendaki sejak dulu, dan karena kami sekarang sudah dewasa dan tidak harus dikawal orang tua, inilah waktu yang tepat untuk mendaki gunung. Tetapi Denia menolak usulan tersebut, dia bilang “sangat berbahaya untuk mendaki, karena tidak ada satu orang pun dari kita yang punya pengalaman mendaki” setelah berdebat cukup panjang kemudia kami setuju dengan Denia dan memilih opsi lain untuk memulai perjalanan kami).

And then we finally decided to have a trip to rural area, place that more nature and bond with earth. Since five of us really like nature advanture, so we agreed with the idea. We ride the car, Junet took driver place because he is the only one who can drive. We sang songs, laughing, and shout out our joke on the way as we always do. This rural area quite famous among the traveller but it was our first time been there, so we literally didn’t know what kind of arena it has (dan akhirnya kami memutuskan untuk berlibur ke daerah pedesaan, keempat yang lebih alami dan terikat dengan alam. Karena ke-lima dari kita begitu menyukai pertualangan di alam, jadi kami setuju dengan ide tersebut. Kami pergi dengan mengendarai mobil, Junet yang me nyetir karena dia satu – satunya yang bisa menyetir. Kami bernyanyi, tertawa, dan, bersenda gurau seperti yang sering kami lakukan bersama dalam perjalanan).

We decided to pulled over in mini market, after negotiated with the owner he agreed to let us park our car for a day and we will pay for the cost when we got back. We buy some stuff and fill into our backpack. The place so nature, so fresh, so down to earth. We can hear the birds singing just like in Disney movies, we greeted pedestrians who passed by, not long after that we found a footpath (kami kemudian memilih berhenti di sebuah mini market, setelah bernegosiasi dengan pemilik mini market untuk memberikan kami tempat untuk memarkir kendaraan kami seharian dan berjanji akan membayar parkir setelah kami kembali. Kami membeli beberapa keperluan untuk mengisi tas kami. Tempat tersebut begitu alami, begitu segar, dna begitu menyatu dengan alam. Terdengar suara burung – burung bernyanyi seperti dalam film – film Disney, kami menegur para pejalan kaki yang kami temui, tidak lama setelah itu kami menemukan jalan setapak) .

There is a couple who was a traveller like us said they want to follow this footpath to start the journey, they asked “ do you guys want to join the pack? “ and we agreed. My group and that married couple walked through the footpath. The sun looked so bright up there, slowly came out. We walked for 30 minutes before we finally found perfect spot to stop (kami bertemu dengan sepasang suami istri yang juga seorang pelancong seperti kami, mereka bilang mereka ingin mengikuti jalan setapak ini untuk memulai petualangan mereka, mereka bertanya “apakah kalian mau ikutan? “ dan kami langsung setuju. Kelompokku dan pasangan suami istri itu menempuh jalan setapak tersebut. Matahari terlihat begitu bersinar diatas sana, pelan – pelan keluar. Kami berjalan selama 30 menit sebelum akhirnya menemukan tempat yang pas untuk beristirahat).

It was really perfect spot, it was like a grassland with a lot of dandelions and long trees. My group and the married couple agreed to spend the rest of the day by sitting here. We shared stories, we shared food, the married couple brought so much delicious foods and they were so kind to shared it with us (tempat itu begitu sempurna, seperti padang rumput yang dipenuhi dengan dandelion dan pepohonan yang tinggi. Kami dan pasangan tersebut kemudian sepakat untuk menghabiskan waktu duduk disini. Kami berbagi cerita, berbagi makanan, pasangan tersebut membawa begitu banyak makanan lezat dan mereka begitu baik mau membagikannya kepada kami) .

We spent whole day by enjoying the wind blowing, the singing birds, interesting stories, taking photos, took a nap. I would never forgot this trip. I feel like I become more close to my friends, we drew so much experiences for all this time and we just added more beautiful experience more eventually. This trip is not just tight up our friendship we also met new friends, the married couple (Kami menghabiskan seharian dengan menikmati hembusan angin, nyanyian burung, cerita – cerita menarik, mengambil photo, dan tidur siang. Aku tidak akan pernah melupakan perjalanan ini. Aku merasa semakin dekat dengan teman – temanku, kami memiliki begitu banyak pengalaman selama ini dan kami akan menambah pengalaman indah nantinya. Perjalanan ini tidak hanya memperkuat persahabatan kami namun kami juga menemukan teman baru, pasangan suami – istri) .

We just life once, so write your life with worthy stories (kita hanya hidup sekali, jadi tulislah cerita berharga dalam hidupmu) .

--*--

Bagaimana? Tidak sulit bukan menulis cerita singkat berdasarakan tenses. Kalian bisa memulainya dengan penga;aman pribadi, cerita orang lain, atau bahakan kalian bisa saja mengaranganya dengan menggunakan imajinasi kalian. Mengarang cerita dapat meningkatkan kememapuan otak dalam kreatifitasd, imajinasi akan lebih hidup jika otak terus dilatih untuk menciptakan cerita – cerita bagus. Kreatifitas merupakan elemen penting dalam kehidupan kita, dalam bekerja sekalipun di tuntut untuk kreatif. Selamat belajar dan sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.
Loading...