Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Kisah Semut dan Gajah dalam Bahasa Inggris dan Artinya



KISAH SEMUT DAN GAJAH - Selamat datang kembali di ruang belajar kami, hari ini seperti biasa kami kembali dengan pembahasan baru yang pastinya dapat memberikan manfaat bagi kalian dalam meningkatkan skill bahasa Inggris. Kembali dengan cerita dogeng yang tidak habis – habisnya memberikan kita pelajaran berharga yang bisa berguna dalam kehidupan. Hari ini kita akan melihat kisah singkat semut dan gajah yang cukup terkenal dikalangan anak – anak. Tanpa buang – buang waktu mari langsug saja kita lihat kisah singkat dibawah ini;

Cerita Kisah Semut dan Gajah dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Once upon a time deep in the jungle, lived a very huge and arrogant elephant. He has a very big body and that made him arrogant and liked to underestimate other animals. In the same Jungle lived family of ant. They were nice and hard worker ants. They always go outside together to search for food. Elephant who liked to bully other animals just doing nothig in his daily life (pada jaman ahulu kala jauh didalam hutan, tinggal se-ekor gajah yang begitu besar. Dia memilki tubuh yang begitu besar dan hal itu membuatnya sombong dan sering sekali meremehkan binatang lain di dalam hutan. Di dalam hutan yang sama tinggallah keluarga semut. Mereka adalah sekumpulan semut yang begitu baik an pekerja keras. Mereka selalu pergi ke luar bersaa – sama untuk mencari makan. Si gajah yang suka memukul binatang lain tidak mengerjakan apa – apa dalam kesehariannya).

One day, the ant were going outside with thier family, searching food to eat. As we knew ant was a very clever and harworker type of animal, they would carry their food each other until they arrive home. On the way back home they met Elephant who liked to troubling others. Elephant sprayed his trunk that full of water on them. “you shouldn’t do that, you shouldn’t hurt other.” Cried one of ant (suatu hari, semut ke luar ersama keluarganya, mencari makanan untuk dikonsumsi. Seperti yang kita ketahui semut adalah binatang yang pintar dan pekerja keras, mereka aka membawa makanan mereka satu sama lain hingga mereka sampai di rumah. Di dalam perjalanan pulang ke ruah mereka bertemu dengan gajah yang sering sekali mengacauka binatang lain. Gajah menyemprotkan air dari belalainya kepaa kawanan semut. “Kamu tidak seharusnya melakukan hal tersebut, kamu gak seharusnya menyakiti orang lain” tangis seorang semut).

Elephant won’t hear any complaint, “Shut up you tiny ant! Keep quite or i will crush you to death!” Elephant responded angrily. The poor ants go on its way and kept quite but she kept in her mind what elephant had done to her and her family, she need to gave him a lesson (Gajah tidak ingin menengar kritikan yang mereka sampaikan, “diam kau makhuk kecil! Aku diam atau aku akan menghancurkanmu sampai mati!” jawab gajah dengan marah. Semut malang tersebut melanjutka perjalanannya ke ruamh dan tetap diam tetapi dia akan terus mengingat apa yang sudah dilakukan gajah terhadap dirinya dan keluargaya, dia harus memberikannya pelajaran).

Next day when the big elephant was sleeping the tiny ant crept into his trunk and biting him. Elephant woke up with pain all over his trunk, he tried everything to get the ant out of his trunk but he could not, he has a big body but he couldn’t remove a tiny animal inside his body (hari berikutnya ketika gajah yang tubuhnya begitu besar sedang tidur semut kecil merangkak masuk kedalam belalainya dan kemudian menggigitnya. Gajah terbangun dengan kesakitan yang amat sangat, dia mencoba segala cara untuk mengeluarkan semut dari dalam tubuhnya).

The elephant started to cry and begged sorry to the ant. “I hope now you understand how others feel when you hurt them” said the ant. “Yes, I do. Yes, I do” cried the elephant and pleaded the ant to come out. The ant took pity on the elephant and came out of his trunk. From that day onward, the elephant never troubled any animals (gajah mulai menangis sambil meminta ampun kepaad semut. “aku harap kamu mengerti betapa sakit perasaan orang lain ketika kamu menyakiti mereka” kata semut. “Ya.. ya.. aku tahu bagaimana rasanya sekarang.” Gajah menangis dan memohon kepaad semut untuk keluar dari tubuhnya. Semut kemudian mengasihani gajah tersebut dan keluar dari belalainya. Sejak hari itu, gajah tidak pernah mengacaukan binatang lainnya).


Dari kisah diatas dapat kita ambil pelajaran bahwa kita tidak boleh sombong akan kemampuan/kekuasaan/kekuatan/kekayaan yang diberikan Tuhan kepada kita, tidak boleh merendahkan orang lain karena Tuhan menciptakan setiap makhluknya sempurna dengan ukuran mereka masing – masing. Seseorang yang tidak lebih kaya dari kita mungkin memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Sesungguhnya semua yang kita miliki adalah titipan sementara Tuhan di dunia, hal – hal yang bersifat sementara akan hilang pada waktunya, jadi tidak ada gunanya untuk sombong dan merendahkan orang lain.