Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Kisah Nabi Daud AS dalam Bahasa Inggris dan Artinya


KISAH NABI DAUD - Asslamualaikum good people, welcome back to our English room study. Semoga keadaan teman – teman semuanya baik – baik saja. Hari ini kita kembali menggali ilmu dari panutan – panutan kita yaitu para Nabiyullah. Muslim meneladani para nabi untuk menjadikan hidup mereka lebih damai, berwarna dan tentram. Kisah para nabi disebutkan berulang – ulang dalam Al-quran agar menyadarkan kita akan peristiwa – peristiwa terdahulu, menarik pelajaran agar kita (umat manusia) tidka jatuh ke lubang yang sama.

Kali ini kita akan melihat pelajaran singkat yang dimiliki nabi Daud (AS) yang mana memiliki arti yang begitu dalam bagi kehidupan manusia.

Cerita Kisah Nabi Daud AS dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Prophet Daud was one of 25 Prophet which we have to believed. Daud offspring came from Ibrahim, he was the 12th ancestry for exact. He was the primary Prophet from Bani Israil. The stories of Prophet mostly made for exemplary which knowledge Muslim in their lives (Nabi Daud adalah salah satu dari 25 nabi yang harus kita percayai. Keturunan Daud berasal dari Ibrahim, tepatnya merupakan keturunan ke-12. Daud merupakan nabi inti dari kaum Bani Israil. Kisah para nabi sering sekali menjadi contoh yang dipelajari oleh orang – orang Muslim dalam kehidupannya).

Daud was known as the most discipline model in life. He devided his daily time by 4 sections such as: studying together with Bani Israil, Praying in the Mihrab, for the court, and assembled with family (Daud dikenal sebagai contoh disiplin dalam hidup. Dia membagi waktunya menjadi 4 bagian, diantaranya; mengkaji ilmu bersama Bani Israil, beribadah di Mihrab, untuk pengadilan, dan berkumpul dengan keluarga).

On the top of that, Prophet Daud also known for his amazing voice. The birds and mountains come together saying Zikr along with him if he was performing Zikr with his beautiful voice. One day, he was sitting on the praying place while studying the Zabur, accidently, he saw the read worm crawling on the ground. Daud (AS) self-talking by saying “What is Allah Purpose for this creature?”(selain itu, Nabi Daud juga dikenal memiliki suara yang sangat indah. Burung – burung dan gunung – gunung berzikir bersamanya ketika dia berzikir dengan suara indahnya. Sutu hari, dia sedang duduk di tempat ibadah sembari mempelajari kitab Zabur, secara tidak sengata dia melihat se-ekor ulat merah merangkak di tanha. Daud berkata pada dirinya sendiri” apakah tujuan Allah menciptakan makhluk ini?

Allah almighty grand the worm the ability that made its talk by human language, to elaborated his situation to Daud (AS). The worm said “Oh Nabiyallah, if the day comes, Allah inspred me to read: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar, for thousand times. When the night comes Allah inspired me to recite: Allahumma shalli ‘alaa Muhammad an nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam, for thousand times…”(Allah yang maha kuasa memberi kemampuan berbicara kepada ulat tersebut dalam bahasa manusia, untuk menjelaskan situasinya kepada Daud (AS). Ulat itu berkata” Wahai Nabiyullah, jika siang datang, Allah menginspirasikanku untuk menyebut; Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar, sebanyak 1000 kali. Ketika malam hari Allha menginspirasiku untuk menyebut; Allahumma shalli ‘alaa Muhammad an nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam, sebanyak 1000 kali.”)

Prophet Daud (AS) amazed by what the worm said, the worm continued: “What about you, Oh Nabiyullah? What would you say to make you find the benefit of yourself?”(Daud (AS) kagum dengan perkataan ulat tersebut, kemduian ulat tersebut melanjutkan; “Bagaimana denganmu, Oh Nabiyullah? Apa yang akan kau katakana utnuk meneukan manfaat dari dirimu sendiri?”)

With all heart, Daud felt so regret for lowering the worm, and then he was crying with fear for Allah condem, he repent his action dan gave himself to Allah SWT only (Dengan segenap hati, daud merasa menyesal telah merendahkan ulat tersebut, dan kemudian ia menangis dengan ketakutan akan hukuman Allah, dia bertobat atas perlakuannya dan memberikan seluruh dirinya kepada Allah semata).

So, from the story we can apply the spiritual value dan take a lesson that Islam is a tolerant religion and teach us to not lowering any creature of Allah. For everything Allah has created indeed has a certain value and worth(jadi, dari kisah diatas kita dapat menerapkan nilai – niai agama dan mengambil pelajaran bahwa Islam adalah agama yang bertoleransi dan mengajarkan kita untuk tidak merendahkan makhluk lainnya. Allah mencipatakan semua makhluknya dengan memilki manfaat dan keuntungannya masing – masing).


Dari kisah singkat diatas dapat kita simpulkan bahwa tidak ada dari manusia yang memiliki hak untuk merendahkan manusia lainnya. Bahkan ulat yang berukuran kecil dan melatapun Allah berikan derajat, martabat, dan manfaat dalam hidupnya. Tidak pantas bagi manusia untuk merendahkan manusia lainnya. Tidak ada yang membedakan satu manusia dengan manusia lainnya selain keimanannya kepada sang pencipta.
Loading...