Biografi Iwan Fals dalam Bahasa Inggris dan Artinya


BIOGRAFI IWAN FALS - Hello Good people~ selamat datang kembali ke ruang belajar kami. Seperti biasa kami akan menyajikan ilmu – ilmu bermanfaat yang bisa teman – teman jadikan makanan sehat untuk otak sehari – hari. Bahasa memang salah satu sarana manusia untuk mengerti dan mengetahui segala macam informasi yang ada di muka bumi ini. Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa international yang meliputi banyak aspek di dalam kehidupan kita, bahasa inggris ibarat jembatan yang menyatukan kita dengan segala macam hal di dunia ini.

Tidak hanya itu, bahasa Inggris juga membawa kita mengenal seni lebih luar lagi. Nah, hari ini seperti biasa kita akan mengulik biografi orang – orang ternama yang memiliki reputasi dalam dunia hiburan. Untuk hari ini kita akan melihat biografi Iwan Fals:

Biografi Iwan Fals dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Early life;

Born to a soldier father Harsoyo and mother Lies Suudijah, Virgiawan Listanto (Iwan Fals) become one of Asian Great Hero according to Time Magazine (lahir dari seorang ayah seorang tentara bernama Harsoyo dan Ibu bernama Lies Suudijah, Virgiawan Listanto (Iwan Fals) become one of salah satu pahalawan dari Asia berdasarkan majalah Time). Born in Jakarta , on 3 September 1961 he studied at SMP 5 Bandung and SMAK BPK Bandung, and then he continued his studies at Sekolah Tinggi Publisistik and Institut Kesenian Jakarta (lahir di Jakarta, pada 3 September 1961, dia menempuh pendidikan SMP di SMP 5 Bandung dan SMAK BPK Bandung, dan kemudian dia melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik dan Institut Kesenian Jakarta) . At age of 13, he appeared at street musician in small wedding ceremonies dan many other social events (Pada usia ke – 13 dia menjadi musisi jalanan di pesta – pesta pernikahan sederhana dandi banyak even sosail lainnya) .

Growing up Iwan can’t stop himself to involve into music, he was popular for his gritty-witty ballads accentuated on life Indonesia’s marginalized group or politic satire on trouble Indonesia faced under Soeharto rule (tumbuh dewasa Iwan Fals semakin tidka bisa lepas dari musik, dia popular dengan musik balad yang emnekankan politik dan masalah di indoensia). He is a charismatic singer and song writer that remembered Indonesian as the most dangerous singer on the ‘80s and ‘90s (dia merupakan penyanyi karismatik dan seorang penulis yang di kenal sebagai penyanyi yang paling berbahaya di Indonesia).

His social aware hit-songs including; ‘Omar Bakrie” tells about teacher, “Lonteku” tells about a love story between a criminal and a prostitute, and “Wakil Rakyat” is about members of parliament (lagunya yang berkaitan degan sosial masyarakat dan menjadi hits antara lain: ;Omar Bakrie’ menceritakan tentang guru, ‘Loteku’ menceritakan kisah cinta seorang criminal dan seorang wanita tuna susila, dan ‘Wakil Rakyat’ menceritakan tentang pemerintah).

After reformasi movement on 1997 which leads to democratisation he was a kind of losing the edge for politic satire (setelah reformasi baru tahun 1997 yang mana menyebabkan demonstasi dia tampak kehilangan inspirasi dalam bermusik untuk politik satir), but his mature musical experience keeps him on Indonesian pop chart with great songs (tapi pengalaman musiknya yang sudah cukup berkembang membuatnya tetap menjadi penyanyi pop Indonesia yang terkenal).

Career;

Talking about career as you known, Iwan fals is a legend, he has reputation that none can beat it (bicara soal karir seperti yang sudah kalian ketahui bahwa Iwan Fals adalah seorang legenda, dia memiliki reputasi yang tidak ada satu orang pun yang mampu menandinginya) . While he was 18, Iwan Fals, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule and Kakek Jagonk formed a group named Amburadul (ketika dia berusia 18 tahun, Iwan Fals, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule, dan Kakek Jagonk membentuk kelompok berdama Amburadul). The group released the album 'Perjalanan' in 1979, which was not successful, but was re-released with the added track '3 Bulan' in 1980 (grup tersebut merilis album ‘Perjalanan’ pada tahun 1979, yang mana didak suskes, tetapi kembali di rilis dengan panambahan lagu “3 bulan” di tahun 1980”). The group disbanded and played no further role in Iwan Fals' career (grup tersebut kemudian bubar dan tidak berpengaruh papaun lagi di karir bermusik Iwan Fals selanjutnya). As part of his early career, Iwan Fals also recorded some comedy albums, after winning a comedy country singing contest (di awal karirnya, dia juga merekam beberapa album komedi, setelah memenangkan kontes bernyanyi komedi). He sang of comic situations and themes, and his first release was on 'Canda Dalam Nada' (the A-side featured five songs by Iwan: Generasi Frustrasi, Dongeng Tidur, Imitasi, Kisah Sepeda Motorku (aka. Kopral), and Joni Kesiangan while the B-side consisted of songs by Tom Slepe and Pusaka Jaya) (dia emenyanyikan lagu yang bertema komedi, dan lagu pertama kali di rilis dalam ‘Canda Dalam Nada’ (bagian A terdiri dari 5 lagu: Generasi Frustasi, Dogeng Tidur, Imitasi, Kisah Sepeda Motorku (Kopral), dan Joni kesiangan, sementara bagian B terdapat lagu ciptaan Tom Slepe dan Pusaka Jaya).

Iwan fals started his career since he signed the music studio record for his first solo album in 1981, Sarjana Muda (Iwan Fals memulai karirnya sejak dia menandatangani kontrak untuk album pertamanya di tahun 1981 bertajuk ‘Sarjana Muda’). This Album shows Iwan Fals signature country music style with the protest song “Guru Oemar Bakrie” that become so popular in Indonesia (lagu ini menunjukkan cirri khas musik countrynya dengan lagu mengandung protes berjudul “Guru Omar Bakrie” yang menjadi popular di Indonesia).

In 1982s opini, also on Music Studio, became an album which strengthen his reputation as a protest singer (pada tahun 1982 albumya yang bernama Opini yang juga berasal dari label Music Studio menjadi album yang menuatkan reputasinya sebaagai seorang penyani yang sering menyampaikan protes), but also a ballader (namun juga bergenre ballad). “Galang Rambu Anarki” was a song for his newborn son, combined both elements (“Galang Rambu Anarki”adalah lagu untuk anaknya yang baru lahir, digabungkan antara), commenting on both the happy event, but also commenting about the rising prices (mengomentari kebahagiannya atas kelahiran anak laki – lakinya dan juga mengomentari harga barang yang naik saat itu). Saying that perhaps his child would be malnourished if they could not afford to buy milk (yang mana mengatakan mungkin anaknya akan kekurangan nutrisi jika mereka tidak mampu membeli susu). His album called Sumbang, while his 1984’s album relesead were Barang Antik and Sugali (albumnya yang bernama Sumbang di rilis di tahun 1984 ketika album Barnag Antik dan Sugali rilis).

At the same year of those two album released, Iwan was arrested and questioned for 2 weeks after performing the songs “Demokrsi Nasi” and “Mbak Tini”, both songs never recorded on album, in Pekanbaru (pada tahun yang sama dengan album yang dirilis, Iwan fals ditahan dan di introgasi selama 2 minggu setelah menyanyikan lagu “Demokrasi Nasi” dan “Mbak Tini”, keduanya tidak berada dalam album, di Pekanbaru). The Song Mbak Tini was about a prostitute (lagu Mbak Tini menceritakan seorang wanita tunasusila). He kept released album through the ‘80s, while in 1989 he formed the group swami which released 2 albums Swami I in 1989, and Swami II in 1991 (dia terus merilis album selama tahun 80-an, selama 1989 dia membantuk grup bernama Swami yang mana merilis 2 albums Swami 1 pada tahun 1989, dan Swami II in 1991). A similar grouping was Kantata Takwa which contained several Swami personal (Group yang sama bernama Kantata Takwa yang mana beranggotakan beberapa anggota grup Swami). The musical style was “Rebana Rock” (genre musik mereka disini adalah “Rebana Rock”). Up to released “Orang Gila”In 1994, Iwan had released approximately 2 new albums per year for 15 years (setelah rilis “Orang Gila” di tahun 1994, Iwan telah merilis sebanyak 2 album baru pertahun selama 15 tahun ). Since 1994, he has greatly reduce his release schedule (sejak tahun 1994, dia mengurangi jadwal bermusiknya), putting out only two singles in 1995 and one in 1996 while in 1998 the last Kanata Takwa album was released, it’s called Kantata Samsara (hanya merilis dua lagu di tahun 1995 dan satu di tahun 1996 sementara di tahun 1998 album Kanata Takwa terakhir di rilis, bernama Kantata Samsara).

Iwan fals kept his existence, in 2002 he released his first new solo album Suara Hati, in 2003 collaboration album released, this album consisting his performances with other Indonesia artis (Iwan Fals tetap berkarya, di tahun 2002 dia merulis album solo pertama Suara Hati, pada 2003 merilis album kolaborasi, album ini berisi penampilan – penampilan artis Indonesia). Manusia Setengah Dewa was an album in 2004 (album Setengah Dewa rilis di tahun 2004).

In 2005 he released Iwan Fals in Love, essentially a compilation of existing Iwan Fals romantic recording, but with the new song “Ijinkan aku menyayangimu” as the main single (pada tahun 2005 dia merilis Iwan Fals in Love, merupakan album yang terdiri dari kompilasi rekaman – rekaman romantis Iwan Fals, tetapi dengan lagu baru “Ijinkan aku menyayangimu” sebagai lagu utama) . In 2007, 50:50 was released by Musica Studios (pada tahun 2007, 50:50 dirilis oleh Musica Studio). The album’s themes were romance and social criticism (tema dari albumin adalah cinta dan kritik masyarakat). One single album “Pulanglah” tells about the death of munir (salah satu lagunya yang berjudul “Pulanglah” menceritakan tentang kematian Munir). In 2010 he released Keseimbangan and in 2011 he released a new album titled “Tergila – gila” with 4 new songs inside (pada 2010 dia merilis Keseimbangan dan pada 2011 dia merilis album baru dengan judul “Tergila – gila” dengan 4 lagu baru didalamnya).

Personal Life;

iwan Fals married to Rosanna Listanto in 1984 (Iwan Fals menikah dengan Rosanna Listanto apda tahun 1984), their first children Galang Rambu Anarki has decided to stopped his education at very young age and followed his father path as musician (anak pertama mereka Galang Rambu Anarki memutuskan untuk berhenti sekolah dan mengikuti jejak ayahnya dalam dunia musik). He was died at age 15 on 25 April 1997 of either a morphine or overdose or asthma (Dia meninggaldi usia 15 tahun dengan dugaan overdosis morfin atau asma).


Iwan Fals merupakan penyanyi legendaries yang terkenal dengan lirik – liriknya yang begitu berani menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan mengkritik taraf hidup rakyat Indonesia yang serba tidak kecukupan melalui musik. Sebagai seorang musisi dia cukup peduli terhadap pilu masyarakat, lirik – liriknya menjadi suara rakyat menjerit agar pihak berwenang mendengarkan luka mereka. Tidak hanya dikenal legendaris dan kritis, Iwan Fals juga pernah di di tahan polisi akibat salah satu lirik lagunya yang dianggap begitu keras mengkritik pemerintah. Namun hal tersebut tidak membuat jiwanya luntur, musik membuatnya berani untuk menyampaikan asprasi. Sampai saat ini Iwan Fals masih dikenal sebagai penyanyi legendaris, semua karyanya masih hidup segar sampai hari ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel