Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Dare to Dream dalam Bahasa Inggris dan Artinya



DARE TO DREAM - Selamat datang kembali di ruang bejar bahasa Inggris kami. Di hari yang begitu cerah ini kami kembali membawa secercah ilmu, semoga semangat dan kesehatan teman – teman sekalian juga sama cerahnya dengan cuaca hari ini. Berbicara tentang bahasa asing tidak akan pernah ada habisnya. Tidak perduli seberapa jago skill yang sudah kita miliki latihan rutin tetap dibutuhkan, bahasa merupakan ilmu yang harus selalu di asah agar menyatu denga sistem alam bawah sadar kita sehingga otak kita akan dengan otomatis mengartikan bahasa ibu kita ke dalam bahasa asing yang kita pelajari.

Tanpa buang – buang waktu lagi mari langsung saja melihat contoh singkat artikel dibawah ini;

Kisah Dare to Dream dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Once has told, there is some place, some remote poor village. They don’t have much students at school because most of chilrend in the village was working to help their family financial. Children had to help their parents to make a living. The village only had one school with only one pottential teacher who teach all major for the pupils. One day, in literature class the teacher signed his students to write an essay as home work at home. The students were asked to write their dreams, what they wanna be when they grew up (seseorang pernah bercerita, di suatu tempat di sebuah desa yang begitu terpencil. Mereka tidak memiliki begitu banyak siswa di sekolah karena kebanyakan dari anak – anak di desa tersebut bekerja untuk memantu keungan keluarga. Mereka harus membantu orang tua mereka bekerja. Desa tersebut hanya memiliki satu sekolah dengan satu guru berpotensial yang mengajar seluruh mata pelajaran untuk anak – anak. Suatu hari, di kelas ahasa mereka ditugaskan untuk membuat sebuah essay seagai pekerjaan rumah. Anak – anak tersebut ditugaskan untuk menulis cita – cita mereka, ingin menjadi apa mereka ketika besar nanti).

Then, came the youngest student of the class. He looked so thiny, little bit dirty, he was wearing a worn-out uniform, he stood up with full confident holding his essay. He started with clearing his throat and declared his dream “I wanna be an austronaut, I will study hard everyday, read many books so one day i could be the first person from our village who work for NASA as an austronaut.” The class atmosphere changed to be silent. Other students started to gigle at him. “I want to make a journey around the planet and witnessing the beauty of universe.” All of students laugh, mocking his dream because it was seem imposible for people like them (kemudian, datanglah murid termuad di kelas tersebut. Dia terlihat begitu kurus, sedikit kotor, dan dia menggunakan pakaian yang sudah usang, dia berdiri didepan kelas dengan penuh percaya diri sambil memegang essaynya. Dia memulai dengan membersihkan tenggorokannya dan kemudian memacakan mimpinya “Aku ingin menjadi seorang Astronot, aku akan belajar keras setiap hari, membaca banyak buku sehingga suatu hari nanti aku akan menjadi orang pertama dari desa kita yang dapat bekerja di NASA seagai seorang Astronot”. Suasa kelas menjadi berubah hening. Siswa lain mulai tertawa kecil. “aku ingin melakukan perjalanan mengelilingi planet dan menjadi saksi mata atas keindahan dari bumi ini”. Seketika seluruh siswa tertawa, mengejek mimpiya karna itu terlihat begitu tidak mungkin untuk orang – orang seperti mereka).

Other students wrote their normal dream such as become a Doctor, Teacher, Army and so on, but this tiny kid wrote his imposile dream and read it infront of the class. The Teacher spoke up, declaring his dream was unrealistic. “Please be more ralistic, write your dream for live not unrealistic essay. You come from low-income family, please be more realistic to fix your future.” (siswa lain menulis mimpi yang normal seperti menjadi seorang Dokter, Guru, atau Tentara dan lain – lain, tetapi siswa kurus ini menulis mimpi yang tidak mungkin terjadi dan membacakannya di depan kelas. Si Guru kemudia angkat bicara, mengatakan mimpinya tidak realistis. “tolonglah jadi lebih realistis untuk memperaiki masa depanmu.”)

But the kid didn’t agree with his teacher nor his friends, he ha decleared it’s his real dream and he believe one day he would achieve that. The teacher asigned him another essay again, the teacher empasized this time should be more realistic essay (tetapi murid tersebut tidak setuju dengan gurunya dan juga teman – temannya, dia sudah mengatakan bahwa ini adalah mimpinya dan dia yakin suatu hari nanti dia dapat menggapainya. Guru tersebut kemudian menugaskannya essay yang lain. Guru tersebut menekankan bahwa kali ini dia harus menulis essay yang lebih realistis).

Next morning the student came to the class with the same worn-out uniform and same essay. He didn’t change even a word, he insist to gave the same essay. It made his teacher angry, he was accused of not respecting the teacher. He was remembered as a failure dreamer. But the kid didn’t stop to achieve his dream (ke-esokan paginya murid terseut datang ke sekolah dengan seragam usang dan essay yang sama pula. Dia bahkan tidak mengubah satu katapun, dia bersikeras untuk memberikan essay yang sama. Hal tersebut membut guru tersebut marah, dia dituduh tidak menghormati gurunya. Dia kemudian dikenang sebagai si gagal. Tetapi murid tersebut tidak pernah berhenti menggapai mimpinya).

Time passed by the teacher grew older but he still teaching at the same school in that rural village. The school has more developed than in the past. One day the teacher was invited to a earth and space colloquium, he really excited to go without knowing the fact the speaker was his student (waktupun terus berlalu guru tersebut sudah beranjak tua dan dia tetap mengajar di sekolah yang sama di desa tersebut. Sekolah itu sudah sedikit lebih berkembang dari yang sebelumnya. Suatu hari guru tersebut mendapat sebuah undangan untuk mengahadiri seminar mengenai bumi and luar angkasa. Dia begitu bersemangat untuk hadir tanpa mengetahui bahwa pemicaranya adalah siswanya dimasa lalu).

The day came, he came into the room and sit on the chair calmly. The speakers of the event came from Youth Astronout of NASA. He was enjoying the speech until he suddenly realised the person who gave speech infront of him was his old student, a tiny boy who had he underestimate his dream once back then. He was full of shame, when thye were made eye contact the person who was his student before made a bow gesture toward him (hari yang ditunggupun tia, dia masuk kedalam ruangan dan duduk dengan tenang di tempat duduk. Para pembicara merupakan para Astronot Muda dari NASA. Dia begitu menikmati seminar tersebut sampai tiba – tiba dia menyadari orang yang berbicara didepan sana adalah siswanya dulu, anak kecil kurus yang pernah dia remehi mimpinya dia masa lalu. Dia merasa begitu malu, ketika padangan mereka bertemu murid tersebut membungkuk ke arahnya) .


Semoga kisah pendek diatas dapat menginspirasi kita akan mimpi yang kita miliki. Hidup berawal dari mimpi, tanpa mimpi manusia tidak memiliki tujuan yang tepat. Don’t let anuone dictate yourself, you are the only person who can define who you are, keep trying to achieve your dream untill they remember your name.
Loading...