Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Kisah Kerajaan Singosari dalam Bahasa Inggris dan Artinya



KISAH KERAJAAN SINGOSARI - Hello good people~ welcome back in ruang belajar bahasa inggris kami. Seperti biasa kami akan kembali dengan artikel – artikel yang pastinya bermanfaat dan dapat membantu teman – teman semua. Hari ini kita kembali menceritakan sejarah singakat dalam bahasa inggris. Seperti kata pepatah “sambil berenang minum air” sambil melatih skil bahasa Inggris, kita mempelajari sejarah bangsa sendiri. Tanpa buang – buang waktu lagi, mari langsung kita lihat cerita singat dibawah ini;

Kisah Kerajaan Singosari dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Singasari was an Indianized Javanese Hindu –Buddhist kingdom located in east Java between 1222 and 1292. The Singasari dynasty was descened from Ken dedes who has 2 husbands, Tunggal Ametung who is an akuwu of tumapel dan Ken Arok, a commoner who killed Tunggal Ametung and capture his power and wife (singasari adalah kerajaan Hindu – Budha Jawa hindia yang terletak di daerah jawa bagian timur antara tahun 1222 dan 1292. Erajaa Singasari merupakan keturunan dari Ken Dedes yang memiliki 2 orang suami, Tunggal Ametung yang merupakan Akuwu dari tumapel an Ken Arok, seorang prajurit yang membunuh Tunggal Ametung dan mengambil kekuasaan hingga istrinya).

Some temples of east Java, especially around Malang, have a close historical connection to the kingdom. The history of Singasari has given birth to a legend of Kris Mpu Gandring that was highly populer among the people of East Java. Legend said Ken Arok was born from Ken Endog a women from Panawijen Village who has an affair with Brahma (beberapa candi di jawa timur, tepatnya di sekitaran Malang, memiliki sejarah yang berkaitan dengan kerajaan singasari. Sejarah kerjaaan Singasari melahirkan pembuat kris yang paling terkenal yaitu Mpu Gandring yang mana sangat terkenal diantara orang – orang Jawa Timur. Legennda mengatakan bahwa Ken Arok lahir dari Ken Endong yang merupakan seorang wanita dari desa Punawijen yang memiliki hubungan gelap dengan Brahma).

Shortly after his birth, Ken Arok was abandoned by his mother in a cemetery, and then found by an experienced thief who became his parent after that. From his stepfather, Ken Arok learnd many things, such as; murder, gamblig, and robery. Young Ken Arok become the most scariest person around Tumapel, people were so afraid of him (tidak lama setelah kelahirannya, Ken Arok ditinggalkan oleh ibunya di komplek perkuburanan, dan dia kemudian ditemukan oleh seorang pencuri handal yang kemudian menjaid orag tuanya. Dari ayah tirinya ini, Ken Arok belajar begitu banyak hal seperti; membunuh, berjuid, an mencuri. Ken Arok masa mudanya menjadi seorang yang begitu ditakuti oleh orang – orang sekitaran Tumapel, orang – orang begitu takut dengannya).

One day he met a Brahmin priest called Dang Hyang Lohgawe and he advised Ken Arok to left his was of life and follow more better life. Following the priest advised Ken Arok quit being a criminal and became a Tumapel Soldier (suatu hari ia bertemu dengan seorang pendeta brahmana yang bernama Dang Hyang Lohgawe dan dia menasehati Ken Arok untuk meninggalkan kehidupannya sekarang dan mengikuti hidup ke jalan yang lebih baik. Mengikuti nasihat tersebut Ken Arok erhenti dari kehidupan gelapnnya dan mejadi seorang tentara di Tumapel).

The chief of Tumapel, an area within Kediri Kingdom, was Tunggal Ametung who married Ken Dedes the daughter of Mpu Purwa who lived in Panawijen Village. Their son called Anusapati was born out of marriage. One day Ken Dedes went home to visit her father. As she stopped down the wind blow and opened her under skirt. Accidently, Ken Arok who on duty escorting the carriage, briefly saw the Ken Dedes Things. The part of her body which shown produced the sparklig light. Ken Arok couldn’t forget the event so he decided to asked Mpu Parwa about what he had seen (pemimpin dari Tumapel, sebuah area di kerajaan Kediri, adalah Tumang Ametung yang menikah dengan Ken Dedes, putri dari Mpu Purwa yang tinggal di desa Panawijen. Anak laki – laki mereka yang bernama Anusapati yang lahir di luar pernikahan. Suatu hari Ken Dedes pulang ke kampung halamannya untuk mengunjungi orang tuanya. Ketika dia berhenti angin bertiup dan meniup pakaian bagian bawahnya. Secara tidak sengaja, Ken Arok yang saat itu sedang tugas mengawal kereta kencana Ken Dedes, sekilas melihat tubuhnya yang terlihat. Bagian tubuh yang terlihat tersebut mengeluarkan cahaya yang begitu menyilaukan. Ke Arok tiak dapat berhenti memikirkan hal tersebut, jadi dia memutuskan untuk bertanya kepada Mpu Parwa tentang apa yang sudah dia saksikan).

The master explained that Ken Dedes was predestined to be a woman who would descend kings on the island of Java. After that, Ken Arok ordered a Kris from a Kris master in Tumapel named Mpu Gandring. It took so long to Forge, shape and follow the necessary rituals to made a powerful Kris. Because the Kris took so long to be done, Ken Arok lost his pasient and he got angry. He took the undone kris and stab Mpu Gandring. Dying Mpu Gandring gave a curse to Ken Arok that he too would meet the same fate as him; to be killed by the same kris and the kris would toke 7 lifes (Mpu menjelaskan bahwa Ken Dedes ditakdirkan untuk menjadi seorang wanita yang dapat melahirkan raja di tanah Jawa. Setelah itu, Ken Arok memesan sebuah Kris dari seorang ahli Kris di Tumapel bernama Mpu Gandring. Memakan waktu yang cukup lama untuk menempa, membentuk dan mengikuti seluruh ritual penting untuk membuat Kris yang begitu hebat. Karena Kris tersebut begitu lama selesai, Ken Arok hilang kesabaran dan kemarahannya memuncak. Diambilnya Kris yang belum rampung tersebut kemudian ditusuknya Mpu Gandring. Sambil sekarat Mpu Ganring mengucap sumpah kutukan untuk Ken Arok yang mana dia juga akan mati dengan cara yang sama; mati dengan kris yang sama dan kris tersebut akan memakan 7 nyawa).

The curse didn’t bother Ken Arok, he lent the kris to his friend, Keo Ijo who lied to show off everything about his life. Then one day Kebo Ijo showed the Kris to his fellow soliers and said that the Kris was his. After it become common knowledge that the Kris was belong to Kebo Ijo, Ken Aro stole and used it to stab Tunggal Ametung (kutukan tersebut tidak sedikitpun menggangu fikirannya, dia pinjamkan kris tersebut kepada temannya, Keo ijo yang suka berbohong dan suka pamer. Suatu hari Kebo Ijo memamerkan Kris tersebut kepada teman – teman tentaranya dan mengaakan bahwa kris tersebut adalah miliknya. Setelah semua orang tahu bahwa kris tersebut miliknya, Ken Arok mencurinya lagi dan membunuh Tungga Ametung).

As Ken Aro has planned, people accuse Kebo Ijo was a murder of Tunggul Ametung. Ken Arok walked freely, he took over Tunggul Ametung place and the chief and married Ken Dedes. Soon after he became the chief, Ken Arok conquered Kediri kingdom which under King Kertajaya ruled (1122-1222) (seperti yang sudah direncanakan Ken Arok, Semua orang menuduh Kebo Ijo sebagai pembunuh Tunggal Ametung. Ken Arok hidup bebas, ia kemudian mengambil alih posisi Tunggal Ametung untuk menjadi kepala pemimpin an kemudian menikahi Ken Dedes. Tida lama setelah itu, Ken Arok menakhlukkan kerajaan Kediri yang mana dipimpin oleh Raja Kertajaya (1122-1222)) .

He declared the establishment of Singasari Kingdom and made himself its first king entitle Rajasa Batha Sang Amurwabhumi. Ken arok had a son from his marriage with Ken Dedes, named Mahisa Wongateleng, and he had another son from his second marriage with Ken Umang named Tohjaya (dia kemudian mengumumkan beridirinya kerajaan Singasari adn menjadikan dirinya sebagai raa pertama yang di pangil Rajasa Batha Sang Amurwabhumi. Ken Arok meiliki seorang anak dari pernikahannya bersama Ken Dedes, bernama Mahisa Wongteleng, dan memiliki seorang anak lelaki lagi dari pernikahan keduanya bersama Ken Umang bernama Tohjaya).

Then, Mpu Gandring’s curse started to happen. Anusupati killed Ken Arok and took over his throne, Tohjaya came up and killed Anusupati and claimed the throne. In turn, Ranggawuni, Anusupati’s son, killed Tohjaya and came to reign. Ranggawuni was addressed Jayawisnuwardhana and ruled Singasari from 1227 until 1268. Jayawisnuwardhana was succeeded by his son, Joko Dolog, who was called Kertanegara (1268-1292) (kemudian, kutukan Mpu Gandring mulai terjadi. Anusupati membunuh Ken Arok dan mengambil alih kekuasaannya, Tohjaya datang dan membunuh Ausupati dan duduk sebagai raja. Kemudian, Ranggawuni, putra Anusupati membunuh Tohjaya dan menjadi raja. Ranggawuni dipanggil dengan nama Jayawisnuwardhana dan memimpin Singasari dari 1227 sampai 1268. Jayawisnuwardhana kemudian diteruskan oleh anaknya Joko dolog, yang memiiki nama Kartanegara (1268-1292) ).

Kertanegara was the last of Singasari kings. He was overthrown by Jayakatwang, the king of Kediri. Jayakatwang, however, was defeated by Kertanegara’s son-in-law, Raden Wijaya, who was the descendant of Mahisa Wongateleng and King Udayana from Bali (Kertanegara adalah raja terakhir dari kerajaan Singasari. Dia dikalahkan oleh Jayakatwang, raja adri Kediri. Jayakatwang, kemudian di kalahkan oleh menantu Kertanegara, Raden Wijaya, yang merupakan keturunan dari Mahisa Wongteleg an King Udayana dari Bali).

Later, Raden Wijaya established a new kingdom named Majapahit and ruled the kingdom from an area called Tarik (Trowulan). Singasari Temple is located at Candi Renggo village, Singosari Subdistrict, about 9 km from Malang city (kemudian, Raden Wijaya membangun kerajaan baru bernama Maja Pahit dan mengusai daerah area Tarik (Trowulan). Candi Singasari berada di desa Candi Renggo, Kampung Singosari, berada kira – kira 9 km dari kota malang).

Sejarah merupakan identitas diri yang harus kita ketahui. Mempelajari adalah kewajiban setia individu masyarakat, agar kita tahu dari mana nenek moyang kita berasal. Sejarah juga dapat menjadi cermin unut kehidupan kita saat ini. Belajar dari peristiwa – peristiwa yang pernah terjadi di kehidupan nenek moyang kita terdahulu. Jangan lupa untuk menulis cerita versi kalian sendiri dibuku latihan ya teman – teman. Sampai jumpa lagi di ruang belajar bahasa Inggris selanjutnya.
Loading...