Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Kisah Nabi Ilyas AS dalam Bahasa Inggris dan Artinya


KISAH NABI ILYAS - Ilyas merupakan salah satu Nabi dari 25 Nabi yang wajib kita percayai. Ilyas kemudian diteruskan oleh Ilyasa perjalanannya untuk menyebarkan ajaran Allah. Tidak ada yang mudah dari perjuangan para Nabi untuk menyebarkan ajaran Allah yang benar kepada para manusia. Manusia merupakan makhluk sempurna yang diciptakan bersama dengan otak dan pikiran merupakan makhluk yang paling sulit untuk dibujuk. Banyak nikmat Allah yang masih kita dustakan hari ini, bahkan saat kita sudah terlahir didalam agama Islam yang sempurna.

Tanpa buang – buang waktu, mari kita lihat kisah singkat nabi Ilyas dibawah ini;

Cerita Kisah Nabi Ilyas AS dalam Bahasa Inggris dan Artinya


We mentioned that Children of Israel were divided into two states as Yahuda and Israel after the death of Sulayman (Solomon). The state of Yahuda kept its stability for a long time because it included Quds (Jerusalem) and the holy relics, the scholars guided the people and the Torah was read in Masjid al-Aqsa (keturunan Israel dibedakan menjadi dua jenis yaitu Yahuda dan Israel setelah kemati(kita ketahui bahwa an nabi Sulaiman. Daerah kepemimpinan Yahuda tetap terjaga stabilitasnya untuk waktu yang lama karna termasuk Quds (Jerussalem) dan peninggalan suci, para petinggi agama mengajak masyarakat untuk membaca kitab Taurat di dalam Masjid Al-Aqsa pada saat itu).

Ilyas was born in Baalbek when Children of Israel started to move away from the shari'ah of Sulayman gradually. He was born about 9 centuries before the death of Isa (Jesus) (Ilyas Lahir di Baalbek ketika anak – anak keturunan Israel berpindah dari Shari’ah yang dijaarkan Sulaiman secara pela – pelan. Dia lahir sekitar 9 abad setelah kematian Isa).

Ilyas is also called “Ilyasin” in the Quran. The word “Ilyasin” is also pronounced as “Aal-i Yasin” in some dialects; therefore, it is written in a way that can be pronounced in both ways. Yasin is also one of the names of the Messenger of Allah; so, some scholars say what is meant by Aal-i Yasin is the ummah of Muhammad; thus, double entendre is used here; that is, both meanings of a word is used (Ilyas juga disebut dengan “Ilyasi” dalam Al-quran. Kaya “Ilyasi” juga dapat diucapkan sebagai “Aal-i-Yasin” dalam beberapa dialek: oleh karena itu, ditulis dalam kedua cara yang mana dapat diucapkan meggunakan kedua cara tersebut. Yasin juga merupakan salah satu dari nabi Allah; jadi, beberapa ulama berpendapat “Aal-i-Yasin maksudnya umat nabi Muhammad; dengan demikian makna ganda digunakan disini).

It is also narrated that the pedigree of Ilyas goes back to Harun (Aaron). Jews and Christians call Ilyas Elijah (hal ini juga siebutkan bahwa keturunan Ilyas kembali kepada Harus. Kaum yahudi dna Kristen menyebut Ilyas dengan nama Elijah). After starting to worship the idol called Ba’l, Children of Israel abandoned the shari'ah of Musa and the true path completely. Allah Almighty sent Ilyas as a prophet to them. Ilyas declared his prophethood and started his activities in order to call his nation to the true path (setelah mulai menyembah berhala yang disebut Ba’I, anak – anak Israel meninggalkan Shariah yang diajarkan Musa dan jalan kebenaran. Allah SWT mengirim Ilyas kepada mereka sebagai nabi. Ilyas menyatakan bahwa dia seorang nabi yang dipilih Allah dan mulai menyebarka ajaran Allah untuk membawa kembali kaumya ke jalan yang benar).

He criticized them because they worshipped the idol of Baal, which was too weak to do anything and which consisted of a mass of metal. He accused them of not fearing Allah. He told them that they would be hit by a disaster and asked them to return to the true religion and to follow him by believing in him. However, they did not obey Ilyas. They even denied him (Ilyas menegur mereka yang menyembah berhala Baal, yang mana tidak dapat melakukan apapun yang hanya terbauat dari logam. Ilyas menuduh mereka yang tidak takut kepada Allah. Ilyas mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan ditimpa musibah dan meminta mereka untuk kembali ke ajaran agama yang benar dan mengikuti dan mempercayainya. Namun, mereka tidak mengindahkan perkataan Ilyas).

Not only did Children of Israel deny Ilyas, they also deported him from Baalbek. Thereupon, Allah Almighty removed abundance from them. They did not have any rain. Animals started to die. They had to eat the animals that died (tidak hanya keturunan Israel yang menolak ajaran Ilyas, mereka juga membuangnya dari Baalbek. Kemudian, Allah yang maha kuasa mengambil segala nikmat (kekayaan) dari mereka. Mereka tidak diberikan hujan, binatang pelirahan satu – persatu mati. Mereka harus makan bangkai binatang yang sudah mati).

They were hit by various misfortunes. They realized that the reason why those misfortunes hit them was deporting Ilyas from Baalbek and not obeying him (mereka ditimpa dengan berbagai kemalangan. Mereka kemudian menyadari alasan kemalangan yang mereka dapati karena mereka membuang Ilytas dari Baalbek dan tidak mendengarkan ajarannya). They looked for Ilyas and found him. They apologized to him and promised that they would obey him (mereka kemudian mencari Ilyas dan menemukannya kembali. Mereka meminta maaf kepadanya dan berjanji akan mematuhi segala ajarannya).

After obeying Ilyas for a while, Children of Israel started to deny him again and to commit sins by showing ingratitude. They stopped obeying him (setelah mematuhi ajaran Ilyas selama beberapa waktu, anak – anak Israel kembali menolak ajarannya lahi dan melakukan banyak dosa dengan menunjukkan rasa tidak berterimakasih). When Ilyas believed that they would not follow the right path, he asked Allah Almighty to separate him from them. Allah Almighty accepted his prayer and allowed him to leave them and go somewhere else (ketika Ilyas percaya bahawa mereka tidak akan mengikuti jalan yang benar, ilyas berdoa kepada Allah SWT untuk memisahkan dari mereka semua. Allah menerima doanya dan mengizinkannya untuk berhijrah ke tempat lain).

--*--

Dengan berbagai cara Nabi Ilyas berusaha menyelamatakan kaumnya untuk kembali ke jalan yang benar. Namun, bukannya menerima dengan baik Ilyas dibuang dan dikucilkan. Allah menunjukkan kebesarannya dengan memberikan mereka ujian hidup yang begitu berat. Hingga mereka kembali mencari Ilyas dan berjanji untuk mengikuti semua ajarannya. Namun, janji tersebut hanya bertahan sementara, kaum Israel kembali mengingkari Shariah dan menutup telinga dengan ajaran Ilyas. Perjuangan Ilyas yang penuh perjuangan semoga tidak kita sia – siakan hari ini. Ilyas dan semua Nabi memerintahkan seluruh umat manusia untuk beriman dan tunduk kepada satu tuhan , Allah SWT.
Loading...