Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Kisah Nabi Harun AS dalam Bahasa Inggris dan Artinya


KISAH NABI HARUN - Selamat pagi semuanya. Apa kabar teman – teman semuanya? Semoag dalam keadaan sehat walafiat semuanya. Hari ini kita kembali dengan pembahasan Nabi Harun yang merukan juru bicara saudaranya sendiri yang juga merupakan seorang nabi, yaitu nabi Musa (AS). Musa dikenal sebagai Nabi yang diutus kepada orang – orang Mesir pada zaman keperintahan Fir’aun. Namun, sedikit yang tahu bahwa dibalik dakwah yang dilakukan Musa (AS) ada sosok nabi Harun yang menjadi juru bicaranya. Harun diberi kemampuan lihat dalam berkomunikasi, setiap perkataan yang keluar dari mulut Harun terdengar begitu lembut dan meyakinkan.

Mari kita lihat kisah singkat mereka dibawah ini;

Cerita Kisah Nabi Harun AS dalam Bahasa Inggris dan Artinya


There is nothing much we knew about Prophet Harun (AS), it’s because he was assigned to be a prophet at the same time as his brother Musa (AS). In Prophet Musa stories, Harun (AS) mentioned to be a company of Musa in preaching to Egyptian people, especially Fir’aun. They have similar stories of life because they were assigned to guide the same tribe. It has been said that Harun (AS) was born earlier than Musa, which makes Harun avoid from Fir’aun command who ordered to kill all new born male babies (tidak banyak yang kita ketahui tentang nabi Harun (AS), hal ini dikarenakan Harun ditugaskan menjadi seorang Nabi dalam waktu yang sama dengan adiknya Musa (AS). Dalam certia nabi Musa, Harun (AS) disebutkan menjadi pendamping nabi Musa dalam berdakwah untuk orang – orang Mesir, terutama Fir’aun. Mereka memiliki cerita hidup yang sama persis karena mereka ditugaskan menjadi Nabi secara bersamaan untuk kaum yang sama. Dikatakan bahwa Harun (AS) lahir lebih dulu daripada Musa, yang mana membuat Harun terhindar dari perintah Fir’aun yang memberi perintah untuk membunuh semua bayi laki – laki yang baru lahir). 

When Musa avowed as Prophet, Allah SWT ordered Musa to go to see Fir’aun and knowledge him. Without complain Musa fulfill the order. Before his departure, Musa beg Allah to help him. Musa said "My Lord, expand for me my breast [with assurance]. And ease for me my task. And untie the knot from my tongue. That they may understand my speech. And appoint for me a minister from my family - Aaron, my brother. Increase through him my strength. And let him share my task. That we may exalt You much. And remember You much. Indeed, You are of us ever Seeing." (QS. Taha: 25-35) (ketika Musa dinyatakan sebagai Nabi, Allah SWT memerintah Musa untuk datang menemui Fir’aun dan mendakwahinya. Tanpa menolak Musa langsung memenui perintah. Sebelum keberangkatannya, Musa memohon kepada Allah untuk menolongnya. Musa berkata “Oh Allah, lapangkanlah hatiku. Mudahkanlah urusanku. Lepaskanlah kekakuan dari lidahku. Sehingga mereka dapat mengerti yang aku sampaikan. Dan berikanlah aku pendamping dari keluargaku (Harun), kakakku. Tambahkanlah kekuatanku melaluinya. Dan izinkan aku membagi tugasku bersamanya. Agar kami banyak bertasbih kepadamu.Dan terus mengingatmu. Sesungguhnya engkau maha melihat (keadaan kami))”
As he requested, Allah SWT assigned Harun to be a prophet to be a company for Musa spreading the dawah. “And We gave him out of Our mercy his brother Aaron as a prophet” (Q.S Maryam:53). Musa came home to see his family and told his brother what had happened to got Harun’s agreement to preaching Fir’aun and his people. Harun agreed to his beloved brother as soon as he heard the news, he followed his brother then (sebagaimana permintaanya, Allah SWT menugaskan Harun untuk menjadi seorang Nabi untuk menemani Musa dalam menyebarkan dawah. “Dan kami berikan rahmata kepadanya saudaranya Harun sebagai seorang Nabi”. Musa pulang kerumah untuk bertemu keluarganya dan mengatakan kepada saudaranya apa yang sudah terjadi untuk meminta persetujuan Harun untuk berdawah kepada Fir’aun dan kaumnya. Harun langsung setuju atas apa yang dikatakan oleh saudaranya).
Presence of Harun in his side made Musa feel more comfortable and reduce burden on his shoulders in preaching people. Harun was choosen to be a prophet by few reasons; Harun has excellent communication skill, even Musa admitted it. In the Quran Surah Al- QAshash:34 mentioned “And my brother Aaron is more fluent than me in tongue, so send him with me as support, verifying me. Indeed, I fear that they will deny me."(kehadiran Harun disisnya membuat Musa merasa nyaman dan memudahkannya dalam berdakwah. Harun terpilih menjadi seorang nabi atas beberapa alasan; Harun memiliki kemampuan berkomunikasi yang sangat bagus, bahkan Musa mengakui hak tersebut. Dalam Al-quran Surat Al- Qassas:34 disebutkan “ dan saudaraku Harun lebih lancar lidahnya daripada aku, jadi kirimlah dia bersamaku sebagai pembantu yang akan membenarkan perkataanku. Sesungguhnya, aku takut mereka tidak akan mempercayaiku”)
Harun (AS) gifted by Allah SWT a fluency in communicate. It has been said, the way Harun talks is very gentle, soft, calm and easy to understand. He can arrange his words rightly so that makes people feel comfortable talking with him (Harun (AS) dianugrahkan oleh Allah SWT kemmapuan dalam berkomunikasi. Dikatakan, cara Harun berbicara sangatlah berwibawa, lembut, dan mudah untuk dimengerti. Dia dapat menyusun kata – katanya dengan tepat sehingga hal tersbeut mmebuat orang – orang merasa nyaman berbicara dengannya).
On the top of that, Harun (AS) known as person who has assertive principle in life. With those excellent ability Harun has been choosen to be Musa spokesman. Musa and Harun decided to go to meet Fir’aun, but they were worried Fir’aun would torture them because Fir’aun known as the cruelest King at that time. They talked to Allah SWT that mentioned in Surah Taha; 45 “They said, "Our Lord, indeed we are afraid that he will hasten [punishment] against us or that he will transgress."(selain itu, Harun (AS) juga dikenal sebagai pribadi yang memiliki prinsip yang teguh dalam hidupnya. Dengan kemampunanya tersebut Harun kemudian dipilih sebagai juru bicara Musa. Musa dan Harun kemudian memutuskan untuk pergi menemui Fir’aun, tetapi mereka khawatir Fir’aun akan menyiksa mereka karena Fir’aun dikenal sebagai Raja yang paling kejam saat itu. Mereka meminta kepada Allah SWT sebagaimana yang disebutkan dalam Surah Taha; 45 mereka berkata “ Oh Allah, kami takut dia akan lansung menyiksa kami dan akan bertambah melaupai batas”)

Allah SWT answer their dua rightaway “Fear not. Indeed, I am with you both; I hear and I see. So go to him and say, ‘Indeed, we are messengers of your Lord, so send with us the Children of Israel and do not torment them. We have come to you with a sign from your Lord. And peace will be upon he who follows the guidance. Indeed, it has been revealed to us that the punishment will be upon whoever denies and turns away.' "(Allah kemudian langsung menjawab doa mereka “Jangalah Engkau takut. Aku akan menjaga kalian berdua; Aku mendengar dan melihat. Temui dia (Fir’aun) dan katakana, ‘Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling.”) (Q.S Thaha: 46 – 48)

Fir’aun merupakan Raja yang begitu kejam, memerintah untuk membunuh semua bayi laki – laki yang baru lahir karena dia takut akan mimpi yang dikatakan akan hadir seorang pemuda yang akan menjatuhkan tahtanya. Harun dan Musa diutus Allah untuk mengubah Fir’aun dan membawanya kembali ke jalan yang benar. Dari cerita diatas dapat kita ambil kesimpulan, bahwa Allah akan berada di sisi kita dalam keadaan apapun, jadi tidak ada yang harus kita takuti.
Loading...