Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Kisah Nabi Ismail AS dalam Bahasa Inggris dan Artinya


KISAH NABI ISMAIL - Kisah nabi Ismail memberikan kita gambaran betapa besar kash sayang seorang ibu untuk anaknya. Hajar tidak dapat menemukan sumber air yang dapat dia berikan untuk anak bayinya yang sudah sangat kehausan. Hajar berlari dari bukit Safa menuju bukit Marwa mencari sumber air atau manusia yang mungkin dapat dia mintai pertologan. Usahanya begitu besar untuk mempertahankan anaknya agar tetap hidup, berlari sebanyak 7 kali diantara kedua bukit tersebut sampai akhirnya Allah memberikan bantuan kepadanya.

Memberikan secercah sumber air yang keluar dan mengalir diatas tanah. Air tersebut yang saat ini kita kenal dengan sebutan air Zam – zam. Peristiwa ini juga kemudian dijadikan sebagai salah satu aktivitas Haji yang sering kita sebut dengan Sa’I (berlari – lari kecil diantara dua bukit), persis seperti yang dilakukan Hajar untuk mengenang peristiwa yang terjadi dalam kehidupan masa lampau.

Cerita Cerita Kisah Nabi Ismail AS dalam Bahasa Inggris dan Artinya


According to some sources, Ismail (A.S.) was born in 1800 BC in present day Palestine. Sarah, the first wife of Ibrahim (A.S.), knew that her husband was longing for a child. As Allah has mentioned Ibrahim’s (A.S.) dua in Quran: "O my Lord! Grant me a righteous (son)!" (Surah Al Saffat 37:100) (berdasarakan dari beberaa sumber, Ismail (AS) lahir pada tahun 1800 sebelum masehi di Palestina. Sarah, merupakan istri pertama dari Ibrahim (AS), tahu bahwa suamianya menginginkan seorang anak. Sebagaiamana Allah telah katakana doa ibraim didalam al-quran: “Oh Allah!berikanaku seorang anak!” (Surat Al-Saffat 37:100) )

She also knew that she was getting old and may not be able to provide Ibrahim(A.S.) with a child. She suggested to Ibrahim (A.S.) that he should marry her servant Hajar and maybe Allah would bless them with a child through her. Ibrahim (A.S.) accepted the advice of his beloved wife Sarah and married Hajar (dia juga sadar bahwa dia semakin bertambah tua dan mungkin tidka dapat memberikan Ibrahim (AS) seorang anak. Kemudian dia menyarankan Ibrahim untuk menikahi salah satu budak mereka dan mungkin Allah akan memberikannya anak dari wanita tersebut. Ibrahim menerima usulan dari istri tercintanya Sarah dan kemudian menikahi Hajar).

It wasn’t long before Ibrahim (A.S.) and Hajar were blessed with a baby boy whom they named Ismael/Ismail (A.S.). Ibrahim (A.S.) was overjoyed with happiness at the birth of his first son. They all celebrated and thanked Allah for such a great and beautiful blessing. Some scholars say that Ibrahim (A.S.) was 86 years old at the time of Ismail’s (A.S.) birth(tidak lama kemudian ibrahim dan Hajar dianugerahi seorang anak laki – laki yang mereka beri nama Ismael/Ismail(AS). Ibrahim begitu bahagia atas kelahiran putra pertamanya. Mereka merayakan dan berterimakasih kepada Allah atas nikmat yang diberika Alla kepada mereka. Beberapa ulama mengatakan Ibrahim berusia 86 tahun ketika Ismail lahir).

One day, Ibrahim (A.S.) woke up and asked his wife Hajar to get Ismail (A.S.), who was still an infant, and prepare for a long journey. In a few days Ibrahim (A.S.) started out a journey with his wife Hajar and their son Ismail (A.S.) (pada suatu hari, Ibrahim terbangun dan meminta istrinya Hajar untuk membawa Ismail, yang pada saat itu masih seorang bayi, dan menyiapkan perjalanan yang panjang. Dalam beberapa hari Ibrahim mulai melakukan perjalanan dengan istrinya Hajar dan putranya Ismail).

Ibrahim (A.S.) walked through cultivated land, desert and mountains until he reached the desert of the Arabian Peninsula and came to an uncultivated valley having no fruit, no trees, no food, no water. After Ibrahim (A.S.) had helped his wife and child to dismount, he left them with a small amount of food and water which was hardly enough for 2 days. He turned around and walked away(Ibrahim melewati lahan perkebunan, padang pasi dan gunung sampai akhirnya dia mencapat padang pasir dari Arab Peninsula dan sampai pada lembah gersang yang tidak memiliki buah, pohon, tidak ada makanan, dan air. Setelah Ibrahim menolong naak dan istrinya turun, dia kemudian meninggalkan mereka dengan bahan makanan seadanya dan air yang bahkan tidak cukup untuk 2 hari. Dia berbalik dan pergi).

During those days, there was nobody in Makkah nor was there any water. Ismail’s (A.S.) mother went on suckling Ismail (A.S.) and drinking from the water (she had). When the water in the water skin had been used up, she became thirsty and Ismail (A.S.) also became thirsty. She started looking at her son, tossing in agony(dalam masa – mas aitu, tidak ada siapapun di Mekah bahkan tidak ada air sama sekali. Ibu Ismail menyusuinya dan minum dari air yang dia miliki. ketika semua air yang dia miliki habis, dia mulai haus dan Ismailpun ikut kehausan. Dia menatap anaknya dengan penuh kepedihan).

She left him, for she could not endure looking at him, and found that the mountain of As-Safa was the nearest mountain to her on that land. She stood on it and started looking at the valley keenly so that she might see somebody, but she could not see anybody (Ibunya kemudian meninggalkannya, karena dia tidak sanggup menatap wajah ismail, dan kemudian Hajar menemukan bukit Safa yang merupakan bukit paling dekat dengannya saat itu. Dia berdiri dan mulai memperhatikan lembah dengan seksama sehingga mungkin dia dapat bertemu dengan seseorang, tetapi dia tetap tidak dapat melihat siapapun).

Then she descended for As-Safa and when she reached the valley, she tucked up her robe and ran in the valley like a person in distress and trouble till she crossed the valley and reached the mountain of Al-Marwa(kemudian dia turun dari bukit safa dia mencapai lembah, menyelipkan jubahnya dan berlari di lembah seperti orang stress dan sangat kesulitan sampai dia kemudian menyebrangi lembah dan mencapai bukit Marwa).

There she stood and started looking expecting to see somebody, but she could not see anybody. She repeated that running between Safa and Marwa seven times. The Prophet Mohammad (S.A.W.) said(disanalah dia berdiri dan berharap dapat bertemu dengan seseorang, tetapi dia tidak dapat melihat siapapun. Dia kembali berlari antara bukit Safa dan Marwa sebanyak 7 kali. Nabi Muhammad (SAW) berkata):

"This is the source of the tradition of the Sa'y (one of rituals of the Hajj pilgrimage) people would crossed the way between them (As-Safa and Al-Marwa). When she reached Al-Marwa (for the last time) she heard a voice and she asked herself to be quiet and listened attentively (inilah asal muasal tradisi Sa’I (salah satu ritual pada ibadah Haji) orang – orang akan menyebrang diantara keduanya (Safa dan Marwa). Ketika Hajar mencapai Marwa (untuk terakhir kalinya) dia kemudian mendengar suara dan dia berkata pada dirinya sendiri untuk tenang dan coba mendengarkan dengan seksama). 

She heard the voice again and said: "O whoever you maybe! You have made me hear your voice; have you got something to help me?"(dia kembali mendengarkan suara tersebut dan mengatakan:”Oh siapapun kamu! Kau sudah membuatku mendengar suaramu; apakah kau dapat membantuku?)


And behold! She saw an angel at the place of Zam-zam, digging the earth with his heel (or his wing) till water flowed from that place. She started to make something like a basin around it, using her hand in this way, and started filling her basin with water with her hands and the water was flowing out and she had scooped some of it (kemudian dia berhenti! Melihat malaikat di tempat Zam – zam, menggali tanah dengan tumitnya (atau dengan sayapnya) sampai akhirnya air mengalir dari tempat tersebut. Hajar kemudian mulai membuat sesuatu seperti baskom menggunakan tangannya, dan kemudian mulai mengisi baskom tersebut air menggunakan keua tangannya dan air tersebut mengalir, dia hanya dapat mengambil beberapa dari air tersebut)." The Messenger of Allah (S.A.W.) added: "May Allah bestow mercy on Ismail’s (A.S.) mother! She had let the Zam-zam flow without trying to control it, or had she not scooped from that water to fill her water skin, Zam-zam would have been a stream flowing on the surface of the earth."(nabi berkata; semoga Allah memberikan rahmat kepada ibu Ismail! Dia sudah membiarkan air Zam – zam mengalir tanpa mencoba untuk mengontrolnya, atau dia tidak mennampung air tesebut untuk dimasukkan ke dalam botol minumnya, Zam – zam seharusnya akan menjadi aliran air yang mengalir diatas permukaan bumi)

--*--

Semoga kisah singkat diatas dapat membantu teman – teman sekalian dalam belajar. Semoga dapat membantu kalian dalam menguasai kata – kata baru. Dan tidak hanya semata - mata mempelajari bahasa Inggris, kisah – kisah para Nabi juga dapat memberikan pelajaran spiritual agar kita dapat lebih paham akan sejarah – sejarah Islam. Sebagai seorang Muslim sudah merupakan kewajiban kita untuk mengenal agama kita jauh lebih dalam lagi.
Loading...