Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Kisah Nabi Saleh AS dalam Bahasa Inggris dan Artinya


KISAH NABI SALEH DALAM BAHASA INGGRIS - Selamat pagi good people, welcome back to ruang belajar bahasa Inggris kami. Terimakasih sudah kembali belajar bersam kami, karna kami akan memberikan artikel – artikel berguna yang dapat membantu pembelajaran teman – teman sekalian. Seperti biasa, hari ini kita akan kembali dengan pembahasa kisah para Nabi.

Kisah para Nabi adalah salah satu sumber belajar yang nyata, yang dapat kita jadiakan acuan dalam kehidupan sehari – hari. Kisah – kisah yang terjadi pada zaman nabi adalah hal nyata yang kemudian kembali diceritakan dalam Al-quran bertujuan agar umat manusia beriman dan takut kepada azab Allah.

Cerita Kisah Nabi Saleh AS dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Prophet Saleh lived in the region of Al-Hajr, which was located along the trade route from southern Arabia to Syria. The city of "Madain Saleh" lies several hundred kilometers north of Madinah in modern-day Saudi Arabia, is named after him. The rock dwellings in which the people lived are still to be seen there to this day. Saleh was called to preach a message to the people of Thamud (Nabi Saleh tinggal di daerah Al-Hajr, yang mana berlokasi sepanjang daerah Selatan Arabia menuju Syria. Kota “Madain Saleh” berada ratusan kilometer di daerah utara dari Madinah di masa modern Arab Saudi diberi nama sesuai dengan namanya. Rumah batu yang di tempati orang – orang saat itu masih dapat dijumpai di daerah tersebut hingg saat ini. Saleh ditugaskan untuk memberi ceramah kepada kaum Thamud).

According to the Quran, these people cultivated very rich fertile land, and they had become very vain because of their wealth. They also worshipped many gods, oppressed the poor in their midst and lived lives which were far from the kind of lives Allah wanted them to lead. Saleh's message was very simple: He told his people to turn away from the bad behavior and to turn, instead, to the One God, Allah, who gave them all the good things they enjoyed (berdasarkan Al-Quran, kaum ini menanam lahan subur yang sangat besar, mereka menjadi sangat sombong karena kekayaan yang mereka dapatkan. Mereka juga menyembah banyak berhala, menindas orang miskin diantara mereka dan hidup jau dari cara hidup yang Allah anjurkan. Ajaran anbi Saleh sangatlah sederhana. Dia mengajak para kaumnya untuk menjauh dari perbuatan jahat dan kembali pada anjuran Allah, Tuhan yang maha esa, yang mana yang telah memberikan mereka rezeki yang sudah mereka nikmati).

Now that doesn't seem a very difficult message to grasp, does it? Yet the people of Thamud were very stubborn in their ways, and refused to accept the message which Saleh was bringing them. God works in very strange ways, sometimes quite beyond our comprehension. The way God chose to speak to the people of Thamud was through the story of a camel! This is, perhaps, the first thing we should note about the story of Saleh as it is told in the Quran (bukan pesan yang sulit untuk dipahami saat ini, kan? Namun kaum Thamud sangatlah keras kepala dengan cara mereka sendiri, dan menolak untuk menerima pesan yang diberikan Saleh kepada mereka. Allah bekerja dengan caranya sendiri, terkadang di luar pemahaman kita. Cara Allah berbicara dengan kaum Thamud adalah dari cerita se-ekor unta, hal ini, mungkin yang harus kita ingat dari cerita nabi Saleh yang mana sudah dicertiakan dalam al- quran).

God can choose any way to convey His message to us. We are often slow to understand, but He can speak to us through people and events, or He can even speak to us through the example of a camel. The fact that He tells us the story not once, but many times, is a sure sign that its message is important. The story as told in the Quran goes like this. The people of Thamud were very vain and they refused to accept that Saleh was a messenger sent from God, so they asked him for a sign to prove his credentials (Allah bisa memilih jalan apapun untuk menyampaikan pesannya. Kita, terkadang lamban dalam memahaminya, namun Allah dapat berbicara kepada kita melalui manusia dan kejadian – kejadian, atau Allah juga dapat berdialog dengan hambanya melalui se-ekor unta. Kenyataanya, ia tidak menceritakan cerita ini hanya sekali, tetapi begitu banyak waktu, ini adalah sebagai tanpa bahwa pesan terebut sangatalah penting. Cerita yang disampaikan dalam al-quran adalah seperti ini. Orag – orang Thamud sangat sombog dan mereka menolak untuk menerima Saleh sebagai penyampai pesan dari Allah, jadi mereka memintanya untuk membuktika kehebatannya).

[Hud:62] They asked him, in fact, not just for any sign, but something quite specific. They pointed at a huge rock that was standing by itself, and proposed to him that he ask his God to create a she-camel out of it (mereka memintanya, tidak hanya sekedar tanda, namun sesuatu yang lebih spesifik. Mereka menunjuk sebuah batu besar dan memintanya mengatakan pada Allah untuk menciptakan se-ekor unta dari batu tersebut).

Despite their obstinacy, Saleh did this, on the condition that they would believe in God if he produced the she-camel from the rock, and to this they agreed. Saleh then fervently prayed to God to answer their request (walaupaun mereka keraskepala, Saleh tetap memenuhi permintaan mereka, dengan syarat mereka harus percaya akan Allah jika dia mampu menghadirkan se-ekor unta dari batu tersebut, dan mereka setuju. Saleh kemudian berdoa kepada Allah untuk menjawab perminataan mereka).

The huge rock moved and split, and from it came a wonderful she-camel, which was pregnant and soon to give birth. God provided the Thamud people with this miracle to test them, to see if they would obey His orders (batu besar tersebut kemudian bergerak dan terpisah, dan dari dalamnya hadirlah se-ekor unta betina, yang mana sedng mengandung dan akan segera melahirkan. Allah memberikan kaum Thamud keajaiban ini untuk menguji mereka, untuk melihat apakah mereka akan mematuhi perintah-Nya).

[Hud:64] The camel lived among people of Thamud, and soon gave birth to a calf. Some of the people accepted to believe in God because of what they had seen, and because of what they had promised (unta tersebut tinggal diantara orang – orang Thamud, dan tidak lama melahirkan anak lembu. Beberapa orang kemudian mempercayai adanya Allah karena keajaiban yang sudah mereka saksikan, dank arena mereka sudah berjanji untuk mempercayai Allah). Others, however, did not, and they began to hate the camel, as it reminded them of Saleh and of the promise they had made to him (dan beberapa lainnya, tidak mempercayainya, dan mereka mulai membenci unta tersebut, karena hal tersebut mengingatkan mereka kepada Saleh dan janji yang sudah mereka ucapkan).

[Al-A`raf:75-7] As if their disbelief was not enough, they also challenged Saleh to bring down the punishment of God upon them if he was, indeed, a Prophet. Nine men amongst them, known for their mischief and prompted on by some of the women, went to the camel and its calf at night time, and they killed them both (seolah – olah kepercayaan mereka tidak cukup, mereka juga menantan saleh untuk menunjukkan hukuman dari Allah jika memang dia seorang Nabi. Sembilan orang diantara mereka, yang dikenal dengan keburukan mereka dan didesak oleh beberapa wanita, pergi menemui unta dan anak sapi di malam hari, dan mereka membunuh keduanya). Saleh was angry at what they had done. The camel had surely done them no harm, he said “Enjoy yourselves in your homes for three days. This is a promise that will not be belied”(Saleh begitu marah atas perbuatan mereka. Unta tersebut tidak memberikan mereka kesulitan apapun, kemudian dia mengatakan “nikmati hari kalian di rumah selama 3 hari. ini janji yang tidak akan pernah diingkari)

Despite their scoffing and scorn for his message, the people were destroyed. Saleh and the people who were left moved from that place, never to return (terlepas dari cemoohan mereka terhada Saleh, oakum tersebut dihancurkan. Saleh dan pengikutnya yang tersisa pindah, dan tidak pernahkembali lagi ke tempat tersebut).

--*--

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari setiap kisah – kisah nabi yang diceritakna dalam Al-quran. Kisah – kisah tersebut tidak lain untuk membuat kita menjadi umat yang takut akan azab Allah. Karna semua bentuk azab ynag diceritakan dalam al-quran adalah segala yang sudah pernah terjadi di masa lalu. Sejarah merupakan buku terbaik untuk dipelajari dalam kehidupan, karna sejarah akan mengajarkan kita bagaimana caranya tidak mengulang kesalahan yang sama dua kali.
Loading...