Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Timun Mas dalam Bahasa Inggris dan Artinya


STORY TELLING TIMUN MAS - Selamat pagi semuanya, selamat datang kembali ke ruang belajar kami yang pastinya tidak pernah kosong dengan pembahasan – pembahasan baru untuk kalian semua. Semoga kabar teman – teman semua baik – baik saja, karna seperti biasa kita akan memulai pelejaran baru hari ini. Well, this is not the new topic but new example, kita masih membahas story telling guys.. tapi kali ini dengan legenda yang baru. Seperti yang sudah kalian lihat pada judul diatas, kita akan membahas Timun Mas dan membuat cerita singkatnya dalam bahasa Inggris. Siapa yang tidak tahu Timun Mas? Semua anak Indonesia pasti pernah mendengar cerita Timun Mas, berasal dari Jawa Tengah legenda ini menemani berbagai generasi anak Indoneisa.

Legenda- legenda Indonesia dapat kita temukan di buku pelajaran sekolah dasar atau buku cerita bergambar yang khusus di desain untuk anak. Nah, tanpa buang – buang waktu lagi, mari langsung saja kita lihat contoh singkat dalam bahasa Inggris;

Cerita Timun Mas dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Once upon a time there is a couple living in the village, they were a farmer. They have been married for years but they had not have a baby yet. The wife longing for children, she really want to be a mother. They always pray to the God for his blessing to give them a chance for become a parents. One night Buto Ijo, a huge green giant passed their house, he heard their wishes, then he got an idea. He knocked the farmer’s house and he grant them an offer. He would gave them a baby under one condition; they give the baby back when she is 17 years old (pada suatu hari, terdapat sepasag suami istri tinggal di sebuah desa, mereka adalah seoran petani. Mereka sudah menikah bertahun – tahun namun belum di karuniai anak. Sang istri menginginkan anak, dia begitu ingin menjadi seorang ibu. Mereka selalu berdoa kepada Tuhan atas keberkahan-Nya agar mereka di beri kesempatan untuk menjadi orang tua. Suatu malam Buto Ijo, raksasa besar berwarna hijau melewati rumah mereka, dia mendengarkan permintaan mereka, kemudian dia mendapatkan ide. Diketuknya pintu rumah pasangan petani itu dan menawarkan mereka sebuah tawaran. Dia akan memberikan mereka anak tapi dengan satu syarat; mereka akan memberikan kembali anak tersebut ketika dia sudah berusia 17 tahun) .

“I can make your dream come true, I can give you a baby, but you need to commit with the condition. You need to keep the promise.” Said Buto Ijo (“aku dapat membuat mimpimu menjadi nyata, aku dapat memberikanmu anak, tetapi kamu harus setuju dengan syaratnya. Dan kamu harus menepati janji.” Kata Buto Ijo).

The couple didn’t need time to think twice, they agreed the offer right away. Buto Ijo gave them a bunch of cucumber seeds. They need to plant them carefully in the farm. Next morning, early in the morning they came to the farm and with full of joy they plant the seeds. They gave water to seeds every day until the seeds change into plants. No longer after that, a big golden cucumber gew from plants. After the cucumber had ripe, the farmers picked and cut it. They were very surprised when they saw a beautiful baby girl inside (pasangan suami istri itu tidak butuh waktu lama, mereka langsung menerima tawaran Buto Ijo dengan segera. Buto Ijo memberikan mereka sejumput benih timun. Mereka harus menanamnya dengan sangat hati – hati di kebun. Besok paginya, pagi – pagi sekali mereka sampai ke kebun dan dengan penuh perasaan bahagia menanamkan benih tersebut. Mereka menyiramnya setiap hari sampai benih tersebut berubah menjadi pohon. Tidak lama setelah itu, timun emas yang sangat besar tumbuh dari pohon tersebut. Setelah timun tersebut matang, pasangan petanai tersebut memetiknya. Mereka begitu terkejut ketika melihat seorang bayi perempuan didalam buah tersebut).

“Oh My God, how come a cucumber consist a baby girl.” Said the wife (Oh, Tuhan, bagaimana bisa timun ini berisi bayi perempuan.)

“God have heard our pray my wife.” He husband added (Tuhan sudah mendengar doa kita istriku) .

They brought the baby to their home, take care of her in very nice way. They named her Timun Mas or Golden Cucumber. Years passed by and Timun Mas grew up as a beautiful little girl. She was so kind and diligent. She even never stop give her hands to her parents in the farm. But, she still need to deliver to the giant as she turned 17. Her parents feel sorry for that (mereka membawa bayi tersebut kerumah merkea, mengurusnya dengan begitu baik. Mereka menamainya Timun Mas. Tahun – tahun berlalu dan Timun Mas tumbuh besar menjadi gadis kecil yang begitu cantik. Dia begitu baik dan sangat rajin. Dia tidak pernah berhenti membantu kedua orang tuanya di kebun. Tetapi, dia tetap harus diberikan kepada raksasa ketika dia berusia 17 tahun. Orang tuanya merasa begitu sedih akan hal itu).

“I can’t give my little girl back to the giant. “ The wife cried very sadly. She didn’t want to gave her little girl back as she had promised. But thye need to kept their promise. A day before Timun Mas turned 17, Buto Ijo came to their home to asked them about their promises. They don’t want to gave away their little girl but they have to (“aku tidak bisa memberikan gadis kecilku kepada raksasa. Sang istri menangis dengan begitu sedih. Dia tidak ingin memberikan anak gadisnya kembali seperti yang pernah dijanjikan. Sehari sebelum Timun Mas berusia 17 tahun, Buto Ijo daang kerumah mereka untuk menangih janji. Mereka tidak ingin memberikan anak mereka tetapi mereka harus melakukan itu).

“I came back for your promise, I will take back the girl.” (“Aku kembali menangih janjimu, aku akan mengambil anak perempuan.”)

“Oh, Giant, we had promise to give her back at her 17 years old birthday, but she is still 16 today.” Said the husband (“Oh, Raksasa, kami berjanji kami akan memberinya pada ulang tahunnya ke 17 tahun, tetapi dia masih berusia 16 tahun hari ini.”)

“Yes, you need to come back tomorrow for that.” (Yes, kamu harus kembali besok).

It made Buto Ijo stay still for awhile and then agreed with what they said. “Ok, I’ll back tomorrow for her.” Buto Ijo disappear and managed to came back again next day (hal itu membuat Buto Ijo diam sesaat dan kemudian setuju dengan apa yang mereka katakana. “Ok, aku akan kembali besok”. Buto Ijo menghlang dan berniat kembali besok harinya).

The couples thinking hardly, they won’t their little girl become a delicious food for Buto. Then, they made decision to let her daughter run away. On her 17 yeear old birthday they sent her away (pasangan itu kemudian berfikir keras, mereka tidak ingin anak mereka menjadi makanan lezat Buto. Kemudian, mereka memutuskan untuk membiarkan anak mereka untuk melarikan diri. Pada hari ulang tahun ke-17 mereka menyuruhnya pergi).

“My daughter, take this bag. It can save you from the giant,” said father. “What do you mean, Father? I don’t understand,” said Timun Mas (“Anakku, ambil tas ini. Ini dapat menyelematkanmu dari raksasa” kata ayahnya. “Apa maksudmu, ayah? Aku tidak mengerti.” Kata timun mas ).

Right after that, Buto Ijo came into their house. “Run Timun Mas. Save your life!” said the mother. Buto ijo was angry. He knew the farmers wanted to break their promise. He chased Timun Mas away. Buto Ijo was getting closer and closer. Timun Mas then opened the bag and threw a handful of salt (tepat setelah itu, Buto Ijo datang kembali kerumah mereka. “Larirah timun mas. Selamatkan dirimu!” kata ibunya. Buto Ijo begitu marah. Dia tau bahwa petani tersebut akan mengingkari janjinya. Dia kemudian mengejar Timun Mas. Buto Ijo semakin dekat dan dekat. Timun Mas kemudian membuka tas dan melempar segemggam garam).

It became sea. Buto Ijo had to swim to cross the sea. Later, Timun Mas threw some chilly. It became a jungle with trees. The trees had sharp thorns so they hurt Buto Ijo. However, he was still able to chase Timun Mas. Timun Mas took her third magic stuff. It was cucumber seeds. She threw them and became cucumber field. But Buto Ijo still could escape from the field. Then it was the last magic stuff she had in the bag (dan garam tersbeut berubah menjadi lautan. Buto Ijo harus berenang untuk melewati lautan. Kemudina, Timun Mas melempar bebrapa cabai. Dan itu berubah menajdi hutan penuh pohon. Pohon – pohonnya penuh dengan duri yang begitu tajam jadi mereka dapat membuat Buto Ijo kesakitan. Namun, dia tetap dapat mengejar Timun Mas. Timun Mas mengambil benda ajaibnya yang ke tiga. Dan itu adalah biji timun. Dia melempar biji – biji tersebut dan menjadi lapangan. Tetapi Buto Ijo tetap dapat melarikan diri dari lapangan tersebut. Dan ini merupakan benda ajaib terakhir yang dia miliki didalam tasnya).

It was a shrimp paste or terasi. She threw it and became a big swamp. Buto Ijo was still trying to swim the swamp but he was very tired. Then he was drowning and died. Timun Mas then immediately went home. The farmers were so happy that they finally together again (yaitu terasi. Dilemparnya terasi tersebut dan menjadi rawa yang begitu besar. Buto Ijo masih tetap mencoba berenang tetapi dia begitu kelelahan. Dan kemudian dia tenggelam dan mati. Timun Mas kemudian dengan segara pulang kerumah. Petani tersebut begitu sennag dan akhirnya mereka kembali bersama).

---***---

Pesan moral: tidak selamanya cerita legenda hanya berlaku untuk anak – anak kecil. Pesan moral yang dikandung didalam cerita legenda dapat berlaku kepada orang dewasa juga. Pesan moral yang dapat kita ambil dari cerita diatas adalah, jangan pernah menyerah dengan ujian hidup yang datang menghampiri kita, karna Tuhan akan selalu bersama kita dan memberikan jalan keluar yang terbaik jika kita mau untuk terus berusaha menemukan jalan keluar.
Loading...