Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Rakyat Legenda Batu Menangis dalam Bahasa Inggris dan Artinya


STORY TELLING BATU MENANGIS -Satu lagi legenda Indonesia yang kita kenal dapat memberikan pelajaran kehidupan bagi kita semua. Legenda merupakan salah satu warisan budaya yang disebarkan dari mulut ke – mulut pada zaman dahulu, dan disebarkan secara digital oleh generasi modern seperti saat ini. Legenda sangat penting di sisipkan dalam pendidikan untuk mengingatkan generasi – generasi muda akan jati diri bangsa dan warisan nenek moyang.

Batu menangis tidak hanya sekedar warisan budaya namun juga memberikan pelajaran moral yang mendalam bagi kita semua. Pelajaran moral dalam menghormati orang tua bagaimanapun bentuk mereka, ibu merupakan wanita yang memberikan kita kesempatan untuk lahir dan merasakan hidup di dunia ini. Mari kia lihat cerita singkat dibawah ini, dan semoga dapat memberikan pelajaran bagi kita semua;

Cerita Rakyat Legenda Batu Menangis dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Once upon a time, in a village, there lived a mother and her daughter. Her daughter was very beautiful, but she had very bad behavior. She never helped her mother to work. The girl just spent her time to beautify herself and admire her beauty in the mirror every day, while her mother had to work hard to earn a living to support their life (suatu hari, di sebuah desa, tinggallah ibu dan seorang anak perepuan. Anak perempuannya sangatlah cantik, tetapi dia memiiki perangai yang buruk. Dia tidak pernah membantu ibunya bekerja. Wanita tersebut hanya menghabiskan waktunya dengan mempercantik diri dan mengagumi kecantikan dirinya setiap hari didepan cermin, sementara ibunya bekerja dengan sangat keras menghasilakn uang untuk biaya hidup mereka).

Besides lazy, she was also very spoiled. She would cry if she wasn't given something that she asked. Of course, that situation made her mother sad but somehow she still loved her daughter. One day, the girl asked her mother to buy new gown for her. Her mother rejected her request at first because she did not have enough money. But, her mother was forced to obey her request, so she fulfilled her daughter request in the end (selain pemalas, dia juga sangat manja. Dia akan menangis jika dia tidak diberikan apa yang dimintanya. Tentu saja, hal tersebut membuat ibunya sedih tetapi di satu sisi dia tetap mencintai anak perempuannya) .

Then her mother asked her daughter to accompany her to the market. “All right, but I do not want to walk beside you. You had to walk behind me, because I will be embarrassed if others see me “she said. Although her mother was sad, she continued to obey her request (kemudian ibunya meminta sang anak untuk menemaninya pergi ke pasar. “Baiklah, tapi aku tidak mau berjalan disampingmu. Kamu harus berjalan di belakangku, karena aku akan malu jika orang lain lihat” katanya. Walaupun ibunya sedih, dia tetap memenuhi permintaan anaknya).

So they went to the market to buy her daughter a new gown. The girl was walking in front while her mother was walking behind her and carrying a basket on their way to the market. Although they were a mother and a daughter, they looked very different. They did not look like they came from the same family (kemudian mereka pergi kepasat untuk membeli gaun untuk si anak. Si anak berjalan di depan sedang si ibu berjalan dibelakangnya dan membawa keranjang belanjaan menuju pasar. Walaupun mereka adalah ibu dan anak, mereka terlihat begitu berbeda. Mereka tidak terlihat datang dari keluarga yang sama).

They even looked like a boss and a servant. How couldn’t be like that? Her daughter dressed up beautifully and wore a very nice gown. While her mother looked old and wore very simple dress. On the way to the market, There was a man greeting them. “Hey pretty girl, is she your mother?” asked the man. “Of course she is not my mother. She is my maid, “said the girl. Her mother felt so sad to heared her answer. But she was silent outside and crying inside her heart. Along the street people kept asking the beautiful girl about her mother. But the girl always said that the old woman behind her was her maid (mereka bahkan terlihat seperti majikan dan pembantu. Bagaimana tidak? Anaknya berpakaian begitu cantik mengennakan gaun yang cantik. Sementara si ibu terlihat sangat tua dengan baju sederhana. Diperjalanan ke pasar, seorang pria menyapa mereka. “ hey gadis cantik, apakah itu ibumu?” tanya pria tersebut. “tentu saja dia bukan ibuku. Dia adalah pelayanku,” jawab si anak. Ibunya merasa sangat sedih mendengar jawabannya. Tetati dia tetap dia dan menangis di dalam hati. Sepanjang jalan oran – orang terus bertanya tentang ibunya. Tetapi si anak selalu menjawab bahwa wanita tua di belakangannya adalah pelayannya).

In the end, the mother could not stand any longer to hear the answer that came out of her daughter mouth. Then she prayed to god “Lord, please punish this ungrateful child,” she said. After that, the girl’s legs immediately turned to be stone. The change came slowly from her feet up to her head (pada akhirnya, si ibu tidak sanggup lagi menahan diri mendengar jawaban yang keluar dari mulut anaknya. Kemudian dia berdoa kepada Tuhan “Tuham, tolong hukum anak durhaka ini,” pintanya. Setelah itu, kaki si anak berubah menjadi batu. Perubahannya terjadi perlahan dari kaki sampai kepala).

Seeing his legs turned to be a stone, the girl screamed “oh no! What happened to my legs?” She shouted. Then she cried and realized that she had treated her mother badly. “Mom,! Forgive me. Please forgive me! “She cried in panic. The girl kept crying and begging for her mother's forgiveness but it was too late (melihat kakinya menjadi batu, gadis tersebut berteriak “oh tidak! Apa yang terjadi pada kakiku?” dia berteriak. Kemudian dia menangis menyadari dia sudah memperlakukan ibunya dengan sangat buru. “Ibu! Maafkan aku. Kumohon maafkan aku!” dia menangis dengan rasa panis. Si gadis terus menangis dan memohon pada ibunya untuk memaafkannya tetapi semua sudah terlambat).

Her whole body eventually became a stone. Her mother was sad to see what happened to her daughter but she could not do anything else. Although she had completely become a stone, people can still see her tears. That is the reason why the stone named Batu Menangis (seluruh tubuhnya berubah menjadi batu pada akhirnya. Ibunya sangat sedih melihat apa yang terjadi pada anaknya tetapi dia tidak dapat melakukan apapun. Walaupun dia sudah menjadi batu, orang – orang masih dapat melihat air matanya. Itulah alasan mengapa batu tersebut diberi nama Batu Menangis).

--*--

Pelajaran yang dapat kita ambil; dalam semua keyakinan menganjurkan untuk menjaga dan mencintai orang tua bagaimanapun keadaannya. Semboyan surge berada di bawah telapak kaki ibu, merupakan semboyan yang nyata bahwa kebahagian akan datang kita kamu mampu membahagiakan orang tuamu. Membahagiakan mereka tidak hanya dengan financial, cinta yang tulus akan memberikan kebahagian yang abadi bagi mereka.
Loading...