Cerita Malin Kundang dalam Bahasa Inggris Singkat dan Artinya


STORY TELLING MALIN KUNDANG - Selamat pagi semuanya, how is life? semoga teman – teman semua baik – baik saja. Selamat datang kembali ke ruang belajar kami, dimana kalian bisa menemukan segala pembelajaran mengenai bahasa Inggris. Pastinya kami akan membantu kalian semua untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris kalian meski belajar secara otodidak. Hari ini seperti biasa kita akan kembali dengan legenda – legenda yang cukup terkenal dalam warisan budaya Indoensia. Setiap legenda pastinya meninggalkan pelajaran yang berharga yang dapat menjadi harta kehidupan generasi sampai kapanpun.

Tanpa buang – buang waktu lagi, mari kita lihat legenda singkat dibawah ini. Dan jangan lupa sebagai latihan hari ini, kalian harus menemukan pelajaran yang di sampaikan dalam legenda ini ya~ tulis pendapat kalian akan pesan moral yang disampaikan dengan menggunakan bahasa Inggris dalam buku catatan kalian.

Cerita Malin Kundang dalam Bahasa Inggris Singkat dan Artinya


A long time ago, in a small village near the beach in West Sumatra, a woman and her son lived. They were Malin Kundang and her mother. Her mother was a single parent because Malin Kundang's father had passed away when he was a baby. Malin Kundang had to live hard with his mother. Malin Kundang was a healthy, dilligent, and strong boy. He usually went to sea to catch fish. After getting fish he would bring it to his mother, or sold the caught fish in the town. One day, when Malin Kundang was sailing, he saw a merchant's ship which was being raided by a small band of pirates. He helped the merchant (jaman dahulu kala, terdapat desa kecil dekat dengan pantai di Sumatera Barat, seorang wanita dan anak lelakinya tinggal di sana. Mereka adalah Malin Kundang dan Ibunya. Ibunya seorang orang tua tunggal kerena ayah Malin Kundang meninggal ketika dia masih bayi. Malin Kundang harus hidup susah bersama ibunya. Malin Kundang merupakan anak yang sehat, rajin, dan kuat. Dia sering pergi ke laut untuk menangkap ikan. Setelah memancing ikan dia akan membawa pulang untuk ibunya, atau menjual tanggkapannya di kota. Suatu hari, ketika dia sedang memancing dia melihat kapal pedagang yang sedang di rampok oleh para bajak laut. Dia kemudian menolong pedagang tersebut).

With his brave and power, Malin Kundang defeated the pirates. The merchant was so happy and thanked to him. In return the merchant asked Malin Kundang to sail with him. To get a better life, Malin Kundang agreed. He left his mother alone. Many years later, Malin Kundang became wealthy. He had a huge ship and was helped by many ship crews loading trading goods. Perfectly he had a beautiful wife too. When he was sailing his trading journey, his ship landed on a beach near a small village. The villagers recognized him. The news ran fast in the town; “Malin Kundang has become rich and now he is here”. An old woman ran to the beach to meet the new rich merchant (dengan keberanian dan kekuatannya, Malin Kundang melawan para bajak laut. Pedagang tersebut sangat bahagia dan berterimakasih padanya. Sebagai imbalannya pedagang tersebut mengajaknya untuk berlayar bersama. Untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, Malin Kundangpun setuju. Dia meninggalkan ibunya sendirian. Bertahun – tahun, kemudian Malin Kundangpun menjadi orang kaya. Dia memiliki kapal yang besar dan dibantu dengan para pekerja yang memasok barang – barang dagangan. Dia juga memiliki istri yang cantik juga. Ketika dia berlayar untuk berdagang, kapalnya mendarat di pantai dekat dengan desa kecil tersebut. Para penduduk desa mengenalinya. Berita tersiar cepat ke seluruh kota; “Malin Kundang sudah menjadi orang kaya dan dia di sini sekarang.” Seorang wanita tua berlari ke pantao untuk bertemu dengan seorang pedagang kaya).

She was Malin Kundang’s mother. She wanted to hug him, released her sadness of being lonely after so long time. Unfortunately, when the mother came, Malin Kundang who was in front of his well dressed wife and his ship crews denied meeting that old lonely woman. For three times her mother begged Malin Kundang and for three times he yelled at her. At last Malin Kundang said to her "Enough, old woman! I have never had a mother like you, a dirty and ugly woman!" After that he ordered his crews to set sail (dia adalah ibu Malin Kundang. Dia ingin memeluknya, melepas kesedihannya karena rindu yang begitu panjang. Sayangnya, ketika sang ibu datang, Malin Kundang yang mana berada didepan istrinya yang cantik dan para awak kapal menolak untuk bertemu dengan wanita tua yang kesepian tersebut. Ibunya memohon kepadanya dan sebanyak tiga kali dia membentak ibunya. Pada akhirnya Malin Kundang mengatakan padanya “Cukup, wanita Tua! Aku tidak pernah memiliki ibu sepertimu, wanita kotor dan jelek!” setelah itu dia memerintah para awak kapalnya untuk menyiapkan pelayaran).

He would leave the old mother again but in that time she was full of both sadness and angriness. Finally, enraged, she cursed Malin Kundang that he would turn into a stone if he didn't apologize. Malin Kundang just laughed and really set sail In the quiet sea, suddenly a thunderstorm came. His huge ship was wrecked and it was too late for Malin Kundang to apologize. He was thrown by the wave out of his ship. He fell on a small island. It was really too late for him to avoid his curse. Suddenly. He turned into a stone (dia akan meninggalkan ibunya lagi tapi saat itu sang ibu penuh dengan rasa sedih dan kemarahan. Akhirnya, dengan sangat marah, sang ibu mengutuk Malin Kundang menjadi batu jika dia tidak segera meminta maaf. Malin Kundang hanya tertawa dan benar – benar pergi berlayar lagi ke tengah lautan, tiba – tiba badai datang. Kapal besarnya hancur dan sudah terlambat untuk Malin Kundang untuk meminta maaf. Dia kemudian di hempar ombak keluar dari kapalnya. Dia terdampat di sebuah pulau kecil. Sudah benar – benar terlambat untuknya menghindari kutukannya. Tiba – tiba, dia berubah menjadi batu).

--*--

Pesan moral yang disampaikan; kesuksesan bukanlah masa dimana kita lupa terhadap bagaimana proses hidup kita sebelumnya, kesuksesan dan kekayaan seharusnya dapat menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih besar, terus bersyukur, dan tidak pernah sombong. Tidak hanya itu cerita ini memberi pesan moral bahwa ibu bukanlah manusia yang dapat kita lupakan begitu saja. Ibu memiliki hubungan yang tidak dapat diputuskan dengan cara apapun. Ketika kamu menyakiti perasaan ibumu, maka hukuman Tuhan akan nyata kamu dapatkan dengan segera. Jagalah mereka sebagaimana yang telah mereka lakukan terhadap kamu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel