Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Legenda Candi Prambanan dalam Bahasa Inggris dan Artinya


STORY TELLING CANDI PRAMBANAN - Candi prambanan merupakan salah satu tempat wisata yang berada di daerah istimewa Yogyakarta. Terkenal dengan legendanya yang sangat menarik, candi Prambanan tidak hanya menarik turis dalam negeri namun juga menarik turis luar negeri untuk datang berkunjung menyaksikan kemegahan yang dimiliki Prambanan. Candi prambanan terletak di komplek candi di kecamtan Prambanan, Sleman, Yogtakarta dan kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Nah, hari ini kita kembali melihat – lihat cerita singkat dari legenda Prambanan yang merupakan salah satu warisan dunia yang di lindungi UNESCO. Tanpa buang – buang waktu lagi, mari kita lihat cerita singkat dibawah ini;

Cerita Legenda Candi Prambanan dalam Bahasa Inggris dan Artinya


A long time ago, there was a Kingdom called Prambanan (pada jaman dahulu kala, terdapat sebuh kerajaan bernama Prmbanan). This kingdom placed where the Prambanan Temple stands now (kerajaan ini bertempatan di Candi Prambanan saat ini). This nation led by Prabu Baka. Roro Jonggrang (means Slender Maiden) was the princess of the kingdom (Kerajaan ini di pimpin oleh Roro Jonggrang seorang putrid dari kerajaan). The people of Prambanan Kingdom were wealthy and lived in peace (Masyarakat Prambanan hidup dalam kemakmuran dan kedamaian). This made the neighboured Pengging Kingdom envious (hal ini membuat kerajaan tetangga yang bernama pengging menjadi iri).

They tried to attack the Prambanan Kingdom (mereka mencoba untuk menyerang kerajaan Prambanan). By the support from Bondowoso, the Prambanan Kingdom defeated (dengan bantuan Bondowoso, kerajaan Prambanan kalah). Then the King killed (rajanyapun tutup usia). Bondowoso became the new King in Prambanan (Bondowoso menjadi raja baru di Prambanan). Bondowoso was a strong man (Bondowoso adalah seorang pria yang sangat kuat). The King is known as Bandung Bondowoso (dia dikenal denga nama Bandung Bondowoso).

He has a powerful weapon (dia memiliki senjata yang begitu mematikan). This weapon called 'Bandung’ (senjata ini disebut Bandung). It turned into a love story because Bandung Bondowoso had a crush on Roro Jonggrang and proposed to her (namun hal ini kemudian berubah menjadi cerita cinta karna Bandung Bandowoso jatuh cinta kepada Roro Jonggrang dan melamarnya). It was hard for her to accept or reject Bandung Bondowoso's love (sangat sulit baginya untuk menerima atau menolak lamaran dari Bandung Bondowoso). To avoid more violence, Roro Jonggrang commanded Bandung Bondowoso to build a thousand temples (untuk menghindari terjadinya pertempuran lagi, Roro Jonggrang memerintahkan Bandung Bondowoso untuk membangun seribu candi). A thousand temple with two deep wells in one night (seribu candi dengan sumur yang sangat dalam dalam satu malam). If Bandung Bondowoso could fill the command, Roro Jonggrang would accept Bondowoso's love (Jika Bandung Bondowoso tidak dapat memnuhi permintaannya, Roro Jonggrang akan menerima pinangan Bondowoso). It seemed to be an impossible command (ini merupakan permintaan yang begitu mustahil dapat dipenuhi). But Bandung Bondowoso accepted it (tetapi Bandung Bondowoso menerima tawarannya).

Bandung Bondowoso tried to find some help from his father (Bandung Bondowoso mencoba mencari bantuan dari ayahya). His dad is a man with a supernatural power (ayahnya seorang yang sangat kuat). His Bondowoso's father had a lot of supernatural armies (Ayah Bondowoso memiliki tentara – tenara jin). Bondowoso tried to perform the task supported by the supernatural armies from his father (bondowoso mencoba menyelesaikan permintaan yang diminta Roro dengan bantuan para tentara jin ayahnya).

When the day came, Bandung Bondowoso and his ghostly soldiers began to build the temples (ketika tiba harinya, Bandung Bondowoso dan tentara jinnya mulai membangun candi). They worked so fast, and after 4 o'clock in the morning, there were only five temples, which hadn't built (mereka bekerja dengan begitu cepat, setelah pukul 4 pagi, hanya tersisa 5 candi yang elum di bangun). Besides that, the wells were almost finished (disamping itu, sumurpun hampir selesai). Roro Jonggrang found out that Bandung Bondowoso almost made it (Roro Jonggrang mengetahui Bandung Bondowoso hampir selesai membuatnya).

She felt confuse and tried to find the way to make those efforts failed (dia mulai kebingungan dan mencoba mencari cara untuk membuat usaha Bondowoso gagal). Roro Jonggrang ordered the women to pound the Rice-mother (Roro Jonggrang meminta para wanita untuk menampi beras). She also asked awake the roosters to announce the dawn early (dia juga meminta untuk membagunkan ayam – ayam).

Bandung Bondowoso's armies deceived by the false dawn and they ran out (Tentara Bondowoso tertipu dengan waktu subuh yang palsu dan mereka lari). There was only one temple left, which should build by Bandung Bondowoso (hanya tinggal satu candi yang tersisa yang harus dibangun oleh Bondowoso). Bandung Bondowoso couldn't finish it alone without help from his supernatural armies (Bandung Bondowoso tidak dapat menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan tentara jinnya). In the next morning, Bandung Bondowoso found his effort had failed (pada pagi hari, Bandung Bondowoso sadar bahawa segala jerih payahnya sudah gagal). He enraged and frustrated (dia sangat marah dan frustasi). He wooed the women around Prambanan that there was no one would marry them (dia merayu seluruh wanita di sekitar candi Prambanan dan tidak ada yang akan menikahinya). He also wooed Roro Jonggrang became a statue (dia juga membuat roro jonggrang berubah menjadi patung).

According to the tale, Roro Jonggrang remains in the northern chamber of the Prambanan Temple (berdasarkan dari cerita, Roro Jonggrang berada di salah satu ruang sebelah utara candi Prambanan). Roro Jonggrang remains like a statue of Shiva's consort, Durga (Roro Jonggrang berubah menjadi seperti patung istri Shiva, Durga). Until now, the place where she stays called Roro Jonggrang temple (sampai saat ini, tempat dimana dia berada bernama candi Roro Jonggrang). The temples that built by Bandung Bondowoso are now called Sewu Temple or Seribu Candi (The Thousand Temples) (candi yang dibangun oleh Bandung Bondowoso diberi nama candi Sewu atau dengan kata lain seribu candi).

--*--

Berdasarkan cerita singkat diatas, dapat kita mabil pelajaran moralnya adalah; atas sesuatu yang sudah kita janjikan tidak boleh kita ingkari. Kita harus menepati dan memenuhi janji yang sudah kita buat sendiri. Dan pelajaran selanjutnya adalah, jangan biarkan rasa iri membuat kita serakah sehingga mengambil hak orang lain.
Loading...