Cerita Dongeng Cinderella dalam Bahasa Inggris dan Artinya


STORY TELLING CINDERELLA - Cinderella merupakan salah satu cerita anak yang begitu terkenal, tid dak ada satu orang pun dari kita melewatkan akesempatan untuk mengenal Putri dogeng dari Disney ini. Meski merupakan sebuah dogeng anak Cinderella banyak digemari oleh banyak kalangan juga loh. Terbukti konsep Putri cantik yang menikahi pangeran dari kerajaan yang begelimangan harta sering digunakan pada konsep pernikahan. Dewasa ini, banyak orang – orang yang menyusun konsep pernikahan mereka dengan karakter – karakter dari Disney tersebut. Seperti Cinderella, Jasmine, Snow white dan banyak lagi konsep lainnya.

Nah, hari ini kita tidak akan membicarakan konsep pesta pernikahan, melainkan melihat dogeng singkat si putri cantik Cinderella serta pesan moral yang terkandung dalam cerita;

Cerita Dongeng Cinderella dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Once upon a time there is a girl named Cinderella, she lived very happy with her mom and her dad, king and queen. Cinderella was a beautiful and kind princess at the time, but her life turn to be different after her mom died and her father married to another woman. Not long after that, her father passed away. Since then she lived with her stepmother and two stepsisters (pada jaman dahulu kala tersebutlah seorang gadis bernama Cinderella, dia hidup bahagia bersama ibu dan ayahnya, raja dan ratu. Cinderella seorang putri yang cantik dan sangat baik pada saat itu, tetapi hidupnya berubah ketika ibunya meninggal dna ayahnya menikah dengan wanita lain. Tidak lama setelah itu, ayahnyapun meninggal. Sejak itu Cinderella tinggal bersama ibu tiri, dan kedua orang saudara perempuan tirinya) .

Poor Cinderella had to work hard all day long so the others could rest. It was she who had to wake up each morning when it was still dark and cold to start the fire. It was she who cooked the meals. It was she who kept the fire going. The poor girl could not stay clean, from all the ashes and cinders by the fire (Cinderella yang malang harus bekerja keras setiap hari jadi anggota keluarga lainnya dapat bersantai – santai. Dialah yang harus bangun pagi – pagi ketika hari masih sangat gelap dan dingin untuk membakar kayu. Dialah yang harus memasak makanan. dialah yang harus menjaga perapian agar rumah tetap hangat. Gadis malang ini bahkan tidak terlihat bersih, dari semua debu dan abu dari perapian) .


“What a mess!” her two stepsisters laughed. And that is why they called her “Cinderella.” One day, big news came to town. The King and Queen were going to have a ball! It was time for the Prince to find a bride. All of the young ladies in the land were invited to come. They were wild with joy! They would wear their most beautiful gown and fix their hair extra nice. Maybe the prince would like them! (“Sangat jelek!” ejek kedua kakak tirinya. Itulah yang menjadi alasan mengapa dia dipanggil Cinderella. Suatu hari, berita besar datang ke kota. Raja dan Ratu akan mengadakan pesta! Sudah waktunya bagi pangeran untuk mencari pendamping hidup. Semua wanita muda di seluruh negri di undang)

At Cinderella’s house, she now had extra work to do. She had to make two brand-new gowns for her step-sisters. “Faster!” shouted one step-sister. “You call that a dress?” screamed the other. “Oh, dear!” said Cinderella. “When can I–“ The stepmother marched into the room. “When can you WHAT?” (dirumah, Cinderella tahu bahwa dia sudah bekerja keras. Dia harus menyelesaikan gaun untuk dua oran kakak tirinya. “Lebih cepat!” teriak kakak tirinya. “Kamu sebut itu gaun?” teriak yang satunya lagi. “Oh, kak!” ujar Cinderella. “Kapan aku bisa-“ tiba – tiba ibu tiri Cinderella masuk ke dalam ruangan. “Bisa apanya?”)

“Well,” said the girl, “when will I have time to make my own dress for the ball?” (“ummm.. kapan kamu punya waktu untuk buat gaun pestamu sendiri?”)

“You?” yelled the stepmother. “Who said YOU were going to the ball?” (“Kamu?” teriak ibu tirinya. “Siapa yang bilang kamu akan pergi ke pesta?”)

“What a laugh!” said one step-sister. (“Konyol sekali!” kata salah satu kakak tirinya)

“Such a mess!” They pointed at Cinderella. All of them laughed. (“Dasar Jelek!” mereka menunjuk ke arah Cinderella. Semuanya menertawainya.)

Cinderella said to herself, “When they look at me, maybe they see a mess. But I am not that way. And if I could, I WOULD go to the ball.” Soon the time came for the stepmother and step-sisters to leave for the big party. Their fine carriage came to the door. The stepmother and step-sisters hopped inside. And they were off (Cinderella berbicara pada dirinya sendiri, “Kapan mereka akan melihatku, mungkin mereka hanya melihat gadis jelek. Tapi aku tidak seperti itu. Dan jika aku bisa. Aku akan pergi ke pesta.” Setelah itu ibu tirinya meninggalkan rumah untuk menghadiri pesta. Kereta mereka yang indah sampai di depan pintu. Ibu dan kedua kakak tirinya masuk ke dalam kereta. Dna mereka pergi meninggalkan rumah)

“Good-bye!” called Cinderella. “Have a good time!” But her stepmother and step-sisters did not turn around to see her.“Ah, me!” said Cinderella sadly. The carriage rode down the street. She said aloud, “I wish I could go to the ball, too!” (“Selamat tinggal!” kata Cinderella. “Semoga pestanya menyenangkan!” tetapi ibu dan kedua kakak tirinya tidak berbalik untuk melihatnya. “Ah, tinggal lah aku!” tangis Cinderella. Kereta yang membawa mereka kemudian menghilang di jalan. Kemudian dia berteriak dengan sangat lantang “aku harap aku juga bisa pergi ke pesta tersebut!” )

Then poof! All of sudden an old lady showed up in front of Cinderella. Cinderella really surprise, she asked who was she “Who are you? why you are here?” (Kemudian poof! Tiba – tiba seorang wanita tua muncul di depanna. Cinderella terkejut, dan menanyakan siapa wanita itu “Siapa kamu? Mengapa kamu ada di sini?”)

“I’m your fairy Godmother. I’ll grant your wish.” She said (aku adalah ibu perimu. Aku akan mengabulkan semua permintaanmu.”)

“But.. it impossible.” Cinderella doubting her words. Suddenly the fairy did her magic, she swang her magic stick on the air and Poof!! Cinderella turned to be a beautiful lady with beautiful dress (“ tapi itu mustahil.” Cinderella meragukan perkataannya. Kemudian secara tiba – tiba peri tersebut melakukan sihirnya, diayunkan tongkat sihir dan poof! Cinderella berubah menjadi wanita cantik dengan gaun yang cantik pula).

The fairy lady not just turned her to be beautiful, she indeed turned several things such as pumpkin as a wagon, rats as her escorts. Cinderealla ready to go to the ball. She thank the fairy, but the fairy said she can go to the ball under one condition; she need to came back home before 12 o’clock (peri tersebut tidak hanya mengubahnya menjadi canti, dia juga mengubah beberapa hal lainnya, seperti labu yang menjadi kereta, da tikus – tikus yang menjadi pengawal. Ciderella siap untuk pergi ke pesta. Dia berterimakasih kepada peri tersebut, tetapi peri tersebut mengatakan dia dapat menghadiri pesta dengan satu syarat; dia harus pulang ke rumah sebelum jam 12 malam).

Cinderella agreed with the condition. She get on to the wagon like a princess and go to the ball. After she arrived everyone can’t stop staring at her, she picked people interest on the party, as well as the prince, the prince stinned with Cinderella beauty. He immediately approached Cinderella and asking her to dance with him (Cinderella setuju dengan syarat yang diberikan. Dia naik ke kereta seperti seorang putri dan pergi menghadiri pesta. Ketika dia sampai semau orang tidak dapat berhenti untuk menatapnya, dia mencuri perhatian orang – orang di pesta tersebut, begitu juga dengan sang pengeran, pangeran terpana dengan kecantikan Cinderella. Dia dengan segara mendekati Cinderella dan memintanya untuk berdansa bersamanya).

Cinderella received his demand without hesitation, she dance with the prince through the night made everyone who saw them felt jealous. Suddenly, Cinderella remember what the fairy has ordered her, she need to get home before 12 o’clock, if she not, her beautiful dress could be returned to be her poor suit like she used to wore. Cinderella run out from the ball room as fast as she can, the prince trying to stop her, he even didn’t asked her name. Bur she can’t wait, she run so fast until one of her glass shoes left on the stairs (Cinderella menerima permintaanya tanpa rasa ragu, dia berdansa bersama pangeran sepanjang malam membuat semua orang merasa cemburu padanya. Tiba – tiba Cinderella teringat akan pesan dari ibu peri, dia harus pulang kerumah sebelum jam 12 malam, jika tidak, baju cantiknya akan berubah menjadi pakaian compang – camping yang sering dikenakannya. Cinderella berlari ke luar ruang dansa secepat yang dia bisa, pangeran mencoba menghentikannya, dia bahkan tidak sempat menanyakan namanya. Tatapi dia tidak bisa menunggu lagi, dia berlari secepat yang dia bisa sehingga satu sepatu kacanya tinggal di tangga).

The prince found it and he kept it. he wondering who was the girl, who she could be? What was her name? the prince can’t stop thoese questions inside his head until one day she order his man to find the girl who fit with the glass shoes that he found on the party, he thought that’s the only way to find Cinderella (pangeran melihat sepatu tersebut dan menyimpannya. Dia menerka – nerka siapakah gadis itu, siapa namanya? Pangeran tidak dapat menghentikan pertanyaan – pertanyaan tersebut didalam kepalanya sampai suatu hari dia mengutus prajuritnya untuk menemukan wanita yang pas dengan sepatu kaca yang dia temukan pada hari pesta, menurutnya inilah satu – satunya cara untuk dapat menemukan Cinderella) .

His mans go around the city to find the girl who fit with that shoe. Cinderella’s step mother heard about the news, she trying to make her daughters fit on the shoe, she wanted one of her daughter can be a member of the kingdom. But her plan didn’t succeed. Instead , they wanted Cinderella take a chance to try the shoes and as it should be, the shoes fit on her feet (para prajuritnya pergi berkeliling kota untuk menemukan gadis yang muat dengan sepatu kaca itu. Ibu tiri Cinderella mendengar berita tersebut, dia mencoba untuk membuat kedua anak perempuannya muat memakai sepatu tersebut, dia ingin salah satu dari putrinya dapat menjadi anggota kerajaan. Tetapi rencanaya tidaklah berhasil. Sebaliknya, mereka menginginkan Cinderella untuk mencoba sepatu kaca tersebut dan seperti seharusnya, sepatu tersebut cocok di kaki Cinderella).

Finally the prince find his mysterious girl, he marry Cinderella and they live happily ever after (akhirnya pangeran menemukan gadis misterusnya, dia menikahi Cinderella dan mereka hidup bahagia selamanya).

--*--

Pesan moral yang terkandung adalah; 1). Selalu menjadi baik apapun yang terjadi, tidak ada salahnya bertindak menjadi protagonist dalam kehidupan. Sifat baik Cinderella membuat Cinderella tampak sangat mudah dikalahkan oleh ibu dan kakak – kakak tirinya yang sangat bejat. Namun, sifat baik tersebut malah membuatnya terbiasa berlaku baik terhadap setiap orang sehingga memudahkannya mendapatkan bantuan dari wwanita tua yang merupakan seorang peri. Pelajaran yang dapat kita ambil adalah, sifat baik memang sering disalah gunakan oleh banyak orang, namun di saat yang sama sifat baik membuat kita mendapatkan empati banyak orang disekitar kita.

2). Jangan biarkan halangan menghentikanmu, Cinderella menjahit gaunnya sendiri untuk pergi ke pesta dansa meski dia tahu itu hal yang sangat sulit untuk dia dapatkan. Setelah gaunnya di hancurkan oleh sang ibu tiri, Cinderella tidak langsung putus asa meski merasa hancur dan sedih, dia masih memiliki harapan dalam dirinya untuk dapat menghadiri pesta dansa tersebut hal itu yang kemudian membuatnya mendapat bantuan dari seorang peri tua. Jadi, seberapa berat tantangan yang kita miliki jangan pernah membunuh harapan yang masih hidup dalam diri kita. Karna harapan tersebutlah yang nantinya memberi jalan keluar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel