Cerita Rakyat Asal Usul Surabaya dalam Bahasa Inggris dan Artinya


STORY TELLING SURABAYA - Surabaya merupakan salah satu kota di pulau Jawa yang sudah berdiri sejak abad ke-10. Merupakan kota terbesar ke-dua setelah Jakarta, memiliki penduduk lebih dari 10 juta jiwa Surabaya juga sering menjadi tujuan wisata turis – turis luar Negeri. Dikenal dengan daerahnya yang sangat rapi dan teratur, Surabaya semakin mendapatkan banyak pujian dengan walikota yang tegas dan langsung turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi kota.

Beberapa spot terkenal di Surabaya seperti; jembatan suramadu, taman bungkul yang berada di tengah kota, kemudian hutan bambu dna taman harmoni keputih; taman ini terletak di daerah timur kota Surabaya tepatnya di Jl. Raya Marina Asri, keputih. Dan banyak tempat – tempat keren lainnya yang bisa kamu kunjungi di Surabaya. Sekarang, mari kita lihat cerita singkat tentang kota Surabaya;

Cerita Rakyat Asal Usul Surabaya dalam Bahasa Inggris dan Artinya


A long time ago in East Java there were two strong animals, Sura and Baya (zaman dahulu kala di Jawa Barat terdapat dua binatang yang sangat kuat). Sura was a shark and Baya was a crocodile (sura adalah se-ekor ikan hiu dan Baya se-ekor buaya). They lived in the sea (mereka tinggal di laut). There were friend actually, but when they were hungry they became very greedy (sebenarnya mereka berdua adalah teman, tetapi ketika mereka lapar mereka menjadi sangat serakah). They did not want to share their food (mereka tidak mau berbagi makanan). They would fight for it and never stop fighting until one of them gave up (mereka rela bertengkar untuk mendapatkan makanan dan tidak akan berhenti sampai salah satu dari mereka menyerah). It was a very hot day (hari itu merupakan hari yang sangat panas). Sura and Baya were looking for some food (Sura dan Baya sedang mencari makanan). Suddenly, Baya saw a goat (tiba – tiba Baya meliat se-ekor kambing).

“Yummy, this is my lunch,” said Baya. (“enakkk, ini makan siangku)
“No way! This is my lunch. You such a greedy! I haven’t eaten for two days!” said Sura. (tidak ini makan siangku. Dasar kamu serakah! Aku sudah tidak makan selama 2 hari)

Then Sura and Baya fought again (kemudian Sura dan Baya kembali bertengkar). After several hours, they were very tired. Sura had a plan to stop their bad behavior (setelah beberapa jam, mereka sudah dangat lelah. Sura memiliki cara untuk menghentikan kebiasaan buruk mereka).

“I’m tired of fighting, Baya,” said Sura. (aku lelah bertengakar, Baya)
“Me too. What should we do to stop fighting? Do you have any idea?” asked Baya.(aku juga. Apa yang harus kita lakukan agar kita berhenti bertengkar? Apakah kamu punya ide?)

“Yes, I do. Let’s share our territory (Ya, aku ada ide. Ayo kita bagi daerah kekuasaan). I live in the water, so I look for food in the sea (aku tinggal di laut jadi aku akan mencari makan di laut). And you live on the land, right? So, you look for the food also on the land (kamu tinggal di darat kan? Jadi kamu mencari makan di daratan). The border is the beach, so we will never meet again (garis batasannya adalah pantai, jadi kita tidak akan pernah bertemu lagi). Do you agree?” asked Sura (apakah kamu setuju? Tanya Sura).

“Hmm... let me think about it. OK, I agree. From today, I will never go to the sea again. My place is on the land,” said Baya (hmmm, akan aku pikirkan akan hal itu. Ok, aku setuju. Mulai besok, aku tidak akan pernah pergi ke laut lagi. tempatku adalah didaratan, kata Baya).
Then they both lived in the different places (kemudian mereka beruda tinggal di tempat yang berbeda). But one day, Sura went to the land and looked for some food in the river (suatu hari, Sura pergi ke daratan untuk mencari makanan di sungai). He was very hungry and there was not much food in the sea (dia sangat lapar dan tidak ada makanan di laut). Baya was very angry when he knew that Sura broke the promise (Baya sangat marah ketika dia mengetahui Sura mengingkari janjinya).

“Hey, what are you doing here? This is my place. Your place is in the sea!” (hey! Apa yang kamu lakukan disini? Ini tempatku. Tempatmu di laut!)
“But, there is water in the river, right? So, this is also my place!” said Sura.(tapi, sungai itu tempat yang berair, kan? Jadi ini juga tempatku.)

Then Sura and Baya fought again (Kemudian Sura dan Baya kembali bertengkar). They both hit each other (mereka saling memukul satu sama lain). Sura bite Baya's tail (Sura menggigit ekor Baya). Baya did the same thing to Sura (dan Baya melakukan hal yang sama). He bit very hard until Sura finally gave up (dia menggigit dengan begitu kencang sehingga Sura akhirnya menyerah). He went back to the sea. Baya was very happy (dia kembali ke laut. Baya merasa begitu bahagia).

He had his place again (Dia mendapatkan tempatnya kembali). The place where the fight held turned tobe mess (tempat dimana mereka bertengkar tadi begitu berantakan). Blood was everywhere and it becomes a story that people keep talking about (darah bertebaran di mana – mana dan hal itu kemudian menjadi cerita yang sering dibicarakan orang – orang). they named the place where Sura and Baya fight eachother as Surabaya (mereka menamai tempat dimana Sura dan Baya bertengkar dengan Surabaya). People also put their war as the symbol of Surabaya city (orang – orang juga menjadikan pertengkaran mereka sebagai simbol dari kota tersebut).

--*--

Dari cerita legenda diatas pelajaran yang dapat kita ambil adalah; tidak boleh menjadi pribadi yang serakah karena segala hal yang sudah diciptakan tuhan di bumi ini adalah hak kita bersama, Tuhan menciptakan setiap manusia dengan hak yang sama, jadi kita tidak perlu mengelompokkan hak – hak setiap manusia. Seperti sura dan Baya yang memberi hak kuasa untuk mencari makanan, dari legenda seperti ini kita sebagai manusia yang diciptakan sempurna oleh Tuhan seharusnya bisa lebih berfikir bijak dan tidak serakah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel