Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Deskripsi (Ciri-Ciri) Ayam dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Ayam merupakan salah satu unggas yang biasanya diternak dan dikonsumsi telur dan dagingnya. Ayam berkembang biak dengan bertelur, namun sebelum terlur di-erami oleh induk ayam, telur harus egera di panen. Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat banyak protein di dalam telur ayam, protein tersebut merupakan sumber energy yang sangat bagus bagi tubuh manusia.

Kuning telur merupakan bagian yang paling sangat memiliki protein yang sangat tinggi, beberapa manfaat yang dikandung kuning telur antara lain; mengandung banyak vitamin yang berlimpah dibandingkan putih telur,vitamin yang terkandung pada kuning telur adalah B6, folat, vitamin B, B-12, A, D, E, dan K.

Selain itu kuning telur juga kaya akan mineral, mineral sangat penting untuk membangun pertahanan nutrisi, yang dapat melaksanakan fungsi tubuh seperti menyeimbangkan elektrolit. Nah, tanpa buang – buang waktu lagi mari langsung saja kita lihat cirri singkat dari ayam dibawah ini;

Deskripsi (Ciri-Ciri) Ayam dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Chickens come in many sizes and colors (ayam memiliki berbagai jenis bentuk dan warna). They lay eggs which can range in color from pure white, to dark brown, to olive green, to speckled (mereka bertelur dengan jenis warna dari putih alami, coklat tua, hijau zaitun, hingga bercorak bintik – bintik). The number of eggs an adult female lays in a year varies from none to 365, or one a day (jumlah telur yang ayam betina dewasa hasilkan setiap harinya sangat bervariasi setiap tahunnya mulai dari tidak ada sama sekali sampai 365, atau satu telur dalam sehari).

The typical country chicken which has had no breed improvement usually will lay between 25 and 100 eggs per year (jenis ayam kampung yang mana tidak memiliki peningkatan dalam perkembang biakan akan menghasilakan telur antara 25 sampai 100 terlur per-tahunnya), depending mostly on conditions such as feed, exposure to disease and predators, weather, and others (biasanya tergantung dari kondisi mereka seperti contohnya kaki, paparan penyakit, cuaca, dan hal lainnya) .

Layers usually start producing eggs between six and eight months of age, depending upon their health and the time of the year (para petelur biasanya mulai memproduksi telur ketika berusia antara 6 dan 8 bulan). The improved breeds start laying at five to six months of age, and under good conditions will lay between 180 and 365 eggs yearly, with an average flock of 100 birds producing 240 to 280 eggs per layer (ayam – ayam yang perkembangannya baik akan menghasilakan telur ketia berusia antara 5 sampai 6 bulan, dan ayam dengan kondisi yang tidak baik akan menghasilkan telur antara 180 dan 365 telur pertahunnya, dengan rata – rata kawanan 100 unggas menghasilkan 240 sampai 280 telur pertahun).

There also are improved breeds which are intended specifically for meat production (ayam – ayam yang memiliki perkembangan yang baik juga diproduksi dagingnya). Chickens from such breeds can weigh over 2 kg at only seven to eight weeks of age (ayam yang berat badannya dapat mencapai leih dari 2 kg dalam usia 8 atau 7 minggu). Chickens hatch from fertilized eggs after 21 days of incubation (ayam menetas dari telur yang sudah dierami setelah 21 hari dalam inkubasi). In poultry production, incubation can either be by natural means (a broody hen) or by artificial means (an incubator) (dalam produksi, inkubasi bisa juga di lakukan secara natural (dari unggas) atau dengan cara artificial (inkubator)).

Before hatching, chicks absorb the yolk of their egg into their lower body in the yolk sac (sebelum menetas, anak ayam menyerap kuning telur ketubuh bagian bawah dalam kantung kuning telur). This yolk supplies them with enough food and water for up to two days, at which time they must begin drinking and eating on their own (kuning telur ini memberikan mereka cukup makanan dan air untuk beberapa hari, pada saat itu mereka harus mulai makan dan minum sendiri).

Chicks hatch by breaking through an air cell in the large end of the shell (anak ayam menetas dengan cara menerobos lubang udara pada ujung cangkak). Using their upper beaks, chicks peck a hole through the shell (menggunakan cakar depan mereka, anak ayam mematuk emmbuat lubang melalui cangkang), then continue to peck at it until the shell is weakened enough so that it can be entirely broken open (kemudian mulai mematuk samapi cangkaknya retak jadi cangkak dapat pecah seluruhnya). This process is called pipping (proses ini dinamai “menciak” ).

At hatching, chicks are wet (saat menetas, anak ayam basah). Within a few hours they dry out and are covered with a soft down (dalam beberapa jam mereka akan kering dan kemudian di tutupi dengan bulu yang lembut). The first feathers appear within a week on the wing tips and tail; other feathers grow in later (bulu pertama kan muncul dalam beberapa minggu di bagian ujung sayap dan ekor; dan kemudian di ikuti bagian lainnya).

Chickens mature at different rates, depending on breed, nutrition and environmental factors (kematangan pada ayam berbeda – beda, tergantung pada faktor perkembang biakannya, nutrisi dan lingkungan). Most will be mature by six months of age (biasanya mereka akan matang di usia 6 bulan). Males are called cockerels until they reach maturity, when they are called roosters or cocks (jantan akan dipanggil ‘ayam jantan’ sampai mereka mencapai kedewasaan, ketika mereka dipanggil ayam jantan dewasa).

Before reaching maturity, female chickens are called pullets, once they begin laying, they are called hens (sebelum mencapai kematangan, ayam betina disebut anak ayam betina, ketika mereka sudah mulai bertelur, mereka akan dipanggil ayam betina dewasa). Some farmers will refer to a whole flock of female chickens as pullets until the entire flock reaches full egg production (sebagain peternaka kan tetap menyebut ayam betina sebagai anak ayam betina sampai mereka berhasil bertelur sesuai dengan jumlah produksi).

The hen usually lays her first eggs when she is around six months old (ayam betina dewasa biasanya menghasilkan telur pertama ketika berusia sekitar 6 bulan ). And she lays different colors of eggs (white, tinted, brown, chocolate, blue or green) according to her breed (dan mereka akan menghasilkan telur dengan berbagai warna (putih, coklat gelap, coklat, biru dan hijau) tergantung dari perkembang biakan mereka). Young chickens (Chicks) start moving, eating and scratching the ground, shortly after they hatch from the eggs (anak ayam mulai bergerak, makan, dan mencakar – cakar tanah, tidak lama setelah mereka menetas dari telur).

Also, chickens usually have a comb on the head and two wattles under the neck (some types possess beard, muffs, tufts and/or crests) (ayam juga memilki jabrik di atas kepada dan dua pial di bawah leher (beberapa jenis memiliki janggut, bulu, jumbai dan / atau jambul) ).

Roosters can be differentiated from hens by their striking appearance, and bright colors (ayam jantan dapat dibedakan dari penampilan mereka dan warna – warna yang mencolok). They have long flowing tails and shiny, pointed feathers on their hackles and saddle, which are typically of brighter and bolder colors than those of the females (mereka memiliki ekor panjang menjuntai yang berkilau, bulu lancip dan runcing dipunggung dan pelana mereka, yang biasanya berwarna lebih terang dan lebih berani daripada bulu betina).

--*--

Bagaimana dengan peningkatan bahasa Inggris teman – teman semuanya? Pastilah memiliki peningkatan jika berlatih dari hari ke- hari di ruang belajar kami. Meskipun tidak meningkat dengan sangat pesat, setidaknya ada peningkatan yang terjadi misal seperti dalam penguasaan kosa kata. Dalam berbagai artikel pastilah teman – teman menemukan banyak kosa kata baru, atau jika sering menemukan kosa kata yang sudah pernah dijumpai sebelumnya, akan membuat teman – teman semua semakin mengingat kosa kata tersebut. Tetap semangat untuk memperdalam bahasa Inggris teman – teman semua dan jangan lupa untuk kembali ke ruang belajar kami.
Loading...