Biografi Singkat Nabi Muhammad SAW dalam Bahasa Inggris dan Artinya


BIOGRAFI NABI MUHAMMAD - Bagi kaum Muslim Muhammad SAW merupakan Nabi terakhir yang menyempurnakan kehidupan manusia dengan membawa Islam ke muka bumi. Nabi Muhammad SAW Merupakan kekasih Allah yang dibersihkan hatinya 4 kali dan dimulai sejak beliau berusia sangat belia. Pada saat itu Muhammad duduk di pangkuan Halimah dan malaikat Jibril membelah dadanya, mengambil sebongkah setan dari dalam hatinya. Inilah yang kemudian memicu setan mulai mengusik manusia.

Muhammd SAW adalah sosok telada yang penuh kedamaian dalam dirinya. Kejujuran dan kesetiannya tidak diragukan lagi sejak usianya muda dan berdagang bersama pamannya. Hal ini juga yang memicu Khadijah, Istri tercintanya jatuh hati dan kemudian melamar Muhammad. Mereka menikah dan hidup bahagia, Khadijah juga menjadi orang pertama yang mempercayai kenabian Muhammad, wanita pertama yang masuk Islam dan berjuang demi Islam. Dibawah ini adalah biografi singkat nabi Muhammad;

Biografi Singkat Nabi Muhammad SAW dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Muhammad was born around 570, AD in Mecca (now in Saudi Arabia) (Muhammad dilahirkan sekitar tahun 570 sebelum mahasehi, di Mekah (sekarang di Arab Saudi)). His father died before he was born and he was raised first by his grandfather and then his uncle (ayahnya meninggal sebelum dia meninggal dan dia dibesarkan oleh kakek dan pamannya). He belonged to a poor but respectable family of the Quraysh tribe (dia berasal dari keluarga yang tidak mampu namun sangat di hormati di suku Quraysh).

The family was active in Meccan politics and trade (keluarganya aktif di dalam politisi rakyat mekah dan perdagangan). Muhammad is the prophet and founder of Islam (Muhammad merupankan Nabi dan seorang yang menemukan Islam). At age 40, he began to have revelations from Allah that became the basis for the Koran and the foundation of Islam (pada usia 40 tahum dia mulai mendapatkan wahyu dari Allah yang mana merupakan sisi dari Al-quran dan pondasi dalma Islam). By 630 he had unified most of Arabia under a single religion (pada tahun 630 dia mulai menyatukan bangsa Arab dibawah satu agama). As of 2015, there are over 1.8 billion Muslims in the world who profess, “There is no God but Allah, and Muhammad is his prophet.” (sebagaimana di tahun 2015, dinyatakan terdapat sekitar lebih dari 1.8 milliar Muslim di dunia yang mengakui “Tidak ada tuhan selain Allah, dna Muhammad adalah utusan Allah)

Many of the tribes living in the Arabian Peninsula at the time were nomadic, trading goods as they crisscrossed the desert (banyak dari suku – suku ini tinggal di bagian Arabi Peninsula pada saat itu orang – orang nomaden, berdagang saat mereka menjelajah gurun). Most tribes were polytheistic, worshipping their own set of gods (sebagian dari mereka yang polities, menyembah tuhan – tuhan mereka sendiri). The town of Mecca was an important trading and religious center, home to many temples and worship sites where the devoted prayed to the idols of these gods (kota Mekah adalah pusat perdagangan dan keagamaan yang penting, rumah bagi banyak kuil dan tempat – tempat ibadah yang mana menyembah berhala).

The most famous site was the Kaaba (meaning cube in Arabic) (tempat yang paling terkenal adalah Ka’bah (yang berarti kotak dalma bahasa Arab) ). It is believed to have been built by Abraham (Ibrahim to Muslims) and his son Ismail (dipercaya bahwa ini dibangun oleh Ibrahim dan Putranya Ismail). Gradually the people of Mecca turned to polytheism and idolatry (secara terus – menerus orang – orang mekah berubah menjadi musyrik dan penyembah berhala). Of all the gods worshipped, it is believed that Allah was considered the greatest and the only one without an idol (dari semua tuhan yang disembah, dipercaya bahwa Allah lah yang dianggap Tuhan yang paling besar da Esa tanpa berhala).

In his early teens, Muhammad worked in a camel caravan, following in the footsteps of many people his age (di usia remajanya, Muhammad bekerja di caravan unta, mengikuti banyak orang di usianya), born of meager wealth (yang lahir dari ekonomi mengah ke bawah). Working for his uncle, he gained experience in commercial trade traveling to Syria and eventually from the Mediterranean Sea to the Indian Ocean (bekerja untuk pamannya, dia memperoleh pengalaman dari jual beli dari perjalanannya ke Syria dan pada akhirnya dari laut Mediterranean ke Samudra Hindia).

In time, Muhammad earned a reputation as honest and sincere, acquiring the nickname “al-Amin” meaning faithful or trustworthy (pada saat itu Muhammad mendapatkan reputasi sebagai seorang yang jujur dan tulus, dan mendapatkan julukan “Al- Amin” yang berarti seria dan dapat dipercaya). In his early 20s, Muhammad began working for a wealthy merchant woman named Khadijah, 15 years his senior (di usia 20 an, Muhammad mulai bekerja kepada seorang wnaita kaya yang bernama Khadijah, 15 tahun lebih tua daripadanya) . She soon became attracted to this young, accomplished man and proposed marriage (dia kemudian tertarik kepada Muhammad, dan meminta Muhammad menikah dengannya).

He accepted and over the years the happy union brought several children (Muhammad menerima tawarannya dan kebersamaan bahagia mereka membawa beberapa orang anak). Not all lived to adulthood, but one, Fatima, would marry Muhammad’s cousin, Ali ibn Abi Talib (tidak semuanya tumbuh sampai usia tua , kecuali, satu orang bernama Fatima, yang akan menikah dengan sepupu Muhammad, Ali ibn Abi Talib). Muhammad was also very religious, occasionally taking journeys of devotion to sacred sites near Mecca (Muhammad juga sangat religious, kadnag – kadang melakukan perjalanan ke tempat – tempat suci sekitar Mekah).

On one of his pilgrimages in 610, he was meditating in a cave on Mount Jabal aI-Nour (pada salah satu ziarahnya di taun 610, dia sedang bermeditasi di sebuah gua di gunung Jabal al-Nour). The Angel Gabriel appeared and relayed the word of God: “Recite in the name of your Lord who creates, creates man from a clot! Recite for your lord is most generous….” These words became the opening verses of sÅ«rah (chapter) 96 of the Qur'an (Jibril muncul dan menyampaikan firman Allah: bacalah dengan nama Tuhanmu yang maha menciptakan, menciptakan manusia dari sebuah gumpalan! Ucapakanlah bahwa Tuhanmu yang amha pengasih.” Kalimat tersebut menjadi pembukaan dari surah ayat 96 dalam Al-quran).

Islamic tradition holds that the first persons to believe were his wife, Khadijah and his close friend Abu Bakar (regarded as the successor to Muhammad by Sunni Muslims) (pada kepercayaan Islam menyatakan bahwa orang pertama yang mempercayai islam adlaha istrinya, Khadijah dan teman dekatnya Abu Bakar (dianggap sebagai penerus Muhammad oleh Muslim Sunni) ). Soon, Muhammad began to gather a small following, initially encountering no opposition (segera setelah itu,Muhammad mulai mengumpulkan orang – orang sebagai pengikut Islam, awalnya tidak menuai perlawanan).

Most people in Mecca either ignored him or mocked him as just another prophet (kebanyakan dari orang – orang Mekah tidak peduli dan mengejeknya hanya sebagai nabi yang lain). However, when his message condemned idol worship and polytheism, many of Mecca’s tribal leaders began to see Muhammad and his message as a threat (namun kemudian, ketika pesannya mengutuk berhala yang dsembah dan agama polities, banyak dari pemimpin – pemimpin Mekah yang mulai melihat Muhammad dan pesannya sebagai ancaman).

Besides going against long standing beliefs, the condemnation of idol worship had economic consequences for merchants who catered to the thousands of pilgrims who came to Mecca every year (selain berlawanan dengan kepercayaan yang sudah lama ada, kecaman atas penyembahan berhala juga berdampak pada ekonomi untuk para pedagang yang datang ke Mekah tiap tahunnya).

This was especially true for members of Muhammad’s own tribe, the Quraysh, who were the guardians of the Kaaba (hal ini terutama berdampak bagi kaum Muhammad sendiri, kaum Quraysh, yang mana merupakan penjaga Ka’bah). Sensing a threat, Mecca’s merchants and leaders offered Muhammad incentives to abandon his preaching, but he refused (merasakan ancaman dari pedagang dan pemimpin Mekah yang meminta Muhammad meniggalkan syiarnya, tetapi dia menolak).

Between 624 and 628, the Muslims were involved in a series of battles for their survival (anatra tahun 624 dan 628, Muslim kemudian terlibat pada perang untuk bertahan hidup). In the final major confrontation, The Battle of the Trench and Siege of Medina, Muhammad and his followers prevailed and a treaty was signed (pada konfrontasi besar yang terakhir, perang yagterjadi di Madinah, Muhammad dan pengikutnya menang dan sebuah perjanjian di tandatangani).

The treaty was broken by the Meccan allies a year later (namun perjanjian tersebut dirusak oleh sekutu kota Mekah satu tahun kemudian). By now, Muhammad had plenty of forces and the balance of power had shifted away from the Meccan leaders to him (pada saat ini, Muhammad memiliki banyak kekuatan dan keseimbangan kekuasaan yang telah menggeser para memimpin mekah untuknya). In 630, the Muslim army marched into Mecca, taking the city with minimum casualties (pada tahun 630, Tentara Muslim berbaris menuju Mekah, mengambil alih Mekah tanpa memakan korban jiwa yang banyak).

Muhammad gave amnesty to many of the Meccan leaders who had opposed him and pardoned many others (Muhammad memberikan amnesty kepada para pemimpin Mekah yang telah menentangnya dan memaafkan banyak orang). Most of the Meccan population converted to Islam (banyak dari penduduk Mekah yang masuk Islam). Muhammad and his followers then proceeded to destroy all of the statues of pagan gods in and around the Kaaba (Muhammad dan para pengikutnya kemudian melanjutkan dan menghancurkan patung – patung Tuhan di sekitar Mekah).

After the conflict with Mecca was finally settled, Muhammad took his first true Islamic pilgrimage to that city and in March, 632, he delivered his last sermon at Mount Arafat (setelah konflik di Mekah berakhir, Muhammad naik haji ke Mehak (Secara Islam) untuk pertama kalinya pada Maret tahun 632, dia menyampaikan khotbah terakhirnya di gunung Arafat) . Upon his return to Medina to his wife’s home, he fell ill for several days (setelah dia kembali ke Madinah ke kediaamn istrinya, dia jatuh sakit). He died on June 8, 632, at the age of 62, and was buried at al-Masjid an-Nabawi (the Mosque of the Prophet) one of the first mosques built by Muhammad in Medina (Muhammad meninggal pada 8 Juni, 632, di usia 62 tahun, dikuburkan di Masjid Nabawi, mesjid pertama yang dibangun Muhammad di Madinah).

--*--

Mempercayai Muhammad SAW sebagai utusan Allah merupakan slaah satu cara seorang manuis memeluk Islam. Meyakini dengan sepenuh hati bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adlaah utusan Allah. Begitu banyak teladan Nabi Muhammad yang seharusnya menjadi contoh yang harus kita renungi dan aplikasikan dalam hidup kita. Salah satunya sifatnya yang pemaaf bahkan bagi musuh – musuh yang melemparnya kotoran unta, meludahinya, bahkan yang ingin membunuhnya. Muhammad memaafkan semua orang yang telah menentangnya dan menzalaminya saat menyebarkan ajaran Islam. Yang dapat kita pelajari adalah, sifat sabar yang mungkin bisa kita tingkatkan lagi dalam diri kita ketika menjalani semua ujian yang diberikan Allah SWT dalam kehidupan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel