Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Deskripsi Singkat Kamboja dalam Bahasa Inggris dan Artinya


DESKRIPSI BUNGA KAMBOJA - Kamboja merupakan salah satu dari sekian bunga yang dikenal sebagai bunga suci atau sakral dalam sebuah kepercayaan. Dalam agama Hindu menajdi bunga yang di elu – elukan dan disebut – sebut sangat sakral mengandung artian suci, rahmat, dan juga mengandung arti tentang kehiduan yang baru. Kamboja yang dapat hidup awet dan bahkan tetap dapat menghasil bunga bahkan ketika pohonnya dipotong, disebut sebagai bunga yang melahirkan tuhan dalam salah satu mitos.

Nah, seperti biasa kita akan kembali dalam pembahasan bahasa Inggris yang baru hari ini. Terimakasih sudah kembali ke ruang belajar kami, kami akan selalu memberikan kalian pengetahuan dan latihan bahasa Inggris yang dapat membantu teman – teman yang belajar otodidak. Tanpa menunggu lama mari kita lihat langsung deskripsi singkat dibawah ini;

Contoh Deskripsi Bunga Kamboja dalam Bahasa Inggris dan Artinya


The plumeria flower has a rich history that includes a wide variety of meanings, including (bunga plumeria memiliki sejarah yang menyangkut dengan banyak hal, termasuk) : Charm, Grace, New Life or Birth, New Beginnings or Creation, Spring, Beauty (Pesona, Rahmat, Kehidupan atau Kelahiran Baru, Awal Baru atau Penciptaan, Musim Semi, Kecantikan).

The common name plumeria comes from the name of French botanist Charles Plumier who described this tropical beauty in the 17th Century (nama plumeria berasal dsri seorang ahli botani asal prancis bernama Charles Plumier yang mendeskripsikan keindahan topikal pada abad ke 17), but its scientific name, frangipani, has a more colorful history (tapi secara sains kamboja bernama Frangipani, yang mana memiliki banyak sejarah).

Some claim the frangipani flowers earned their name from an Italian nobleman who made scented gloves in the 16th Century (sebagian mengatakan bahwa Frangipani berasal dari seorang pengrajin sapu tangan beraroma dari itali pada abad ke 16). Because the fragrance of the plumeria bloom was similar to the scent used in the gloves (karena aroma pada bunga kamboja sama dengan aroma yang tercium dari sarung tangan), they soon became known frangipani flowers (karena itulah kamboja kemudian di kenal sebagai Frangipani).

However, others claim the name was derived from the French word, frangipanier, meaning coagulated milk because of the appearance of plumeria milk (namun, beberapa orang lainnya beranggapan namanya berasal dari kata dalam bahasa prancis yaitu Frangopanier yang berarti susu terkoagulasi karena penampilan susu plumeria).

The plumeria flower symbolizes different things in different cultures, although all are uplifting meanings (bunga kamboja menyimbolkan hal yang berbeda di dalam setiap kultur yang berbeda, walaupun semua artinya benar) . In the Hawaiian culture, the plumeria symbolizes positivity and is used in leis or to celebrate special occasions (dalam kultur Hawai, kamboja menyimbolkan hal – hal positif dan digunakan pada leis atau dalam perayaan – perayaan tertentu) .

When worn in the hair, the plumeria flower symbolizes the relationship status of the wearer (ketika bunga inj dipakai di rambut, bunga kamboja akan menggambarkan status hubungan dari yang memakainya). A flower over the right ear means she is available while one over the left means she is taken (jika di pakai pada kuping sebelah kanan itu berarti seseorang tersebut masih single sementara jika dipakai di sebelah kiri maka berarti seseorang tersebut telah memiliki pasangan). Plumeria represents dedication and devotion in the Hindu culture (bunga kamboja melambangkan dedikasi dan kesetiaan dalam kepercayaan Hindu).

In the Buddhist religion, the plumeria symbolizes immortality, probably because the tree will produce new blooms even after it is uprooted (pada agama Budha, kamboja melambangkan keabadian, hal itu kemungkinan dikarenakan bunga tetap mekar bahkan ketika pohon di cabut). In Laos, the plumeria tree is considered sacred – so sacred that they are planted outside every Buddhist temple (di Laos, pohon kamboja dianggap suci, jadi karena merupakan pohon yang suci mereka mengenalnya di luar kuil Budha). These trees live for hundreds of years (pohon – pohon tersebut tumbuh hidup selama ratusan tahun) In the Mayan culture, the plumeria bloom represents life and birth (pada kebudayaan Mayan, kamboja yang mekar melambangkan hidup dan kelahiran). According to Mexican legend, the plumeria flower gave birth to the gods (berdasarkan legenda Meksiko, bubga kamboja yang melahirka Tuhan).

Although you don’t have to live in the tropics to grow plumeria in the home garden, you should be aware of its growing requirements beforehand (walaupun kita tidak perlu tinggal di daerah tropis untuk menanam bunga kamboja di halaman rumah, tapi yang harus kita perhatikan adalahpersyaratan pertumbuhannya terlebih dahulu). Often grown in the garden as an ornamental shrub or small tree (walaupun sering tumbuh di halaman sebagai ornamen semak belukar atau pohon yang berukuran kecil), plumeria plants need to be grown in well-draining soil that is slightly acidic (tumbuh kamboja harus di tanam di tanah yang kering yang sedikit bersifat asam). They also need at least six hours of full sun (mereka juga setidaknya membutuhkan paparan matahari selama 6 jam).

While the plants are fairly tolerant of both salt and windy conditions, they’re not tolerant of cold and must be protected (karena pohon dapat menahan kadar asin dan keadaan bayangin, mereka tidak dapat menahan dingin dan harus sangat dijaga). Therefore, they should be container grown in colder regions (oleh karena itu mereka harus di tanam dalam wadah ketika berada di daerah yang dingin). In areas that may be warm most of the time but still fairly prone to cold winters (di daerah yang lebih cenderung hangat tetapi masih tetap rentan terhadap musim dingin), the plant can be dug up and overwintered indoors (tanaman dapat di gali/angkat dan di tanam didalam ruangan) .

Alternatively, you can sink container grown plumerias in the ground, bringing them indoors once the temperatures begin to drop in fall (atau sebagai alternative lain, bisa juga menanam pot yang ditanamai kamboja di tanah, kemudian masukkan kedalam ruangan ketika udara mulai dingin). Once warmer temps return in spring, you can return the plants back outdoors (ketika suhu panas kembali di saat musim semi, anda bisa mengembalikan pohon kamboja kembali ke luar ruangan). When growing plumeria plants in pots, use a coarse, well-draining potting mix—cactus mix or perlite and sand should be fine (ketika menanam kamboja dalam pot, gunakan campuran pot yang kasar, kering—selerti campuran kaktus atau periode dan tanah juga harus dalam keadaan baik – baik saja) .

Plumeria care, for the most part, is minimal (tidak banyak yang harus diperhatikan bagi pohon kamboja). While plumerias don’t like wet feet, they should be watered deeply when irrigated and then allowed to dry out some before watering again (ketika pohon tidak suka dengar akar yang basah, maka siram pohon dengan air yang banyak dan pastikan mereka dalam keadaan kering ketika ingin mengirimnya lagi). They also need to be fertilized about every two to three weeks throughout their active growing season (kamboja juga harus diberi pupuk selama 2 atau 3 minggu selama masa pertumbuhan aktif mereka).

Reduce watering in mid fall and stop completely once the plants enter dormancy in winter (kurangi air ditengah musim gugur dan berhenti menyiram pohon ketika pohon memasuki masa tidak tumbuh di musim dingin). Resume regular watering as new growth appears in spring (sirami kembali dengan teratur seperti pohon yang baru tumbuh ketika memasuki musim semi). A high phosphate (phosphorus) fertilizer, like 10-30-10, will help encourage blooms (pupuk yang mengandung fosfor tinggi, seperti 10-30-10, dapat membantu perkembangan bunga).

Giving them too much nitrogen will only result in more foliage growth and less floating (pemberian banyak hidrogen hanya akan membuat pohon banyak menghasilkan daun daripada bunga). Plumerias may be pruned as needed (up to 12 inches from ground) in late winter or early spring (prior to new growth) (bunga kamboja harus dipangkas sebanyak yang dibutuhkan (harus setinggi 12 inchi dari tanah) pada musim dingin atau awal musim semi (sebelum pertumbuhan baru); however, any drastic or hard pruning done may reduce flowering (namun, pemangkasan yang terlalu berlebihan dapat mengurangi pembungaaan).

These plants can also be propagated by seeds or cuttings in spring (tumbuhan ini dapat dikembang biakkan dengan biji atau dengan stek di musim semi), with cuttings being the easiest and most preferred method (stek adalah cara yang paling mudah). Insert cuttings about 2 inches in potting mix and water thoroughly (masukkan setek sekitar 2 inchi kedalam tanah yang sudah di campur dan siram dengan teratur).


Beberapa ciri pohon kamboja yang dapat kita kenali; batang tanaman ini memiliki ketinggian sekitar 1,5 – 6 meter bahkan lebih tergantung dari jenis yang di tanam. Pada daun kamboja memiliki daun tunggal, memiliki panjang 10 – 25 cm, runcing dibagian pangkal, memiliki bagian tepi merata, tebal dan memiliki bentuk lonjong. Bunga kamboja berbentuk seperti terompet dan berkumpul di ujung ranting, sedangkan buahnya berbentuk lonjong kebulatan berwarna hijau dan kehitaman ketika sudah tua. Pada bagian akar, kamboja memiliki jenis akar tunggang, bercabang dan berwarna kecoklatan.

Nah, sudah kenal kan dengan bunga suci yang satu ini? Bagaimana apakah aklan berminat untuk menanamnya di halaman rumah kalian? Bunga ini sisebut juga bunga abadi karna dapat tumbuh dalam waktu yang cukup lama. Sangat bagus untuk menjadi hiasan taman, bukan?

Jangan lupa untuk latihan membuat deskripsi bunga kamboja dengan gaya kalian sendiri ya teman – teman, ingat harus tetap menggunakan bahasa Inggris dalam mendeskripsikan mereka. Selamat belajar, jangan lupa untuk kembali ke ruang belajar kami besok ya~
Loading...