Contoh Deskripsi Singkat Bunga Asoka dalam Bahasa Inggris dan Artinya


DESKRIPSI BUNGA ASOKA - Asoka adalah salah satu bunga yang memiliki arti mendalam bagi penganut Hindu dan Budha. Bunga asoka erat kaitannya dengan kuil – kuil hindu. Jika kamu jalan – jalan ke India kamu akan menemukan banyak bunga asoka di halaman – halaman gedung – gedung (rumah – rumah) mewah dan tempat – tempat ibadah. Tidak hanya di India kita juga dapat menemukan bunga Asoka di Indonesia. Bunga asoka dering menjadi hiasan di kebun – kebin bunga, atau pekarangan rumah.

Dibawah ini kita akan melihat deskripsi bunga asoka singkat dalam bahasa inggris dan artinya:

Contoh Deskripsi Bunga Asoka dalam Bahasa Inggris dan Artinya


The ashoka is a rain-forest tree (asoka merupakan salah satu pohon dari hutan hujan). Its original distribution was in the central areas of the Deccan plateau (berasal asli dari bagian tengah daerah dataran tinggi Deccan), as well as the middle section of the Western Ghats in the western coastal zone of the Indian subcontinent (serta bagian tengah di bagian barat Zona Ghat pesisir barat anak benua India). The ashoka is prized for its beautiful foliage and fragrant flowers (Asoka merupakan bunga yang sangat di hargai atas keindahan daun dan harumnya). It is a handsome, small, erect evergreen tree, with deep green leaves growing in dense clusters (merupakan pohon yang indah, berukuran kecil, hijau, dengan dedaunan yang tumbuh dalam gugusan yang padat).

Its flowering season is around February to April (Asoka mekar sekitar bulan Februari sampai April). The ashoka flowers come in heavy, lush bunches (bunga asoka mekar dalam bentuk yang sangat lebat dan banyak). They are bright orange-yellow in color, turning red before wilting (mereka berwarna oren- kuning, dan berubah menjadi merah sebelum layu). As a wild tree, the ashoka is a vulnerable species (sebagai tumbuhan yang liar, asoka adalah salah satu tumbuhan yang rentan).

It is becoming rarer in its natural habitat (asoka menjadi langka di habitat asli mereka), but isolated wild ashoka trees are still to be found in the foothills of the central and eastern Himalayas (tetapi tumbuhan asoka liat yang terisolaso dapat di temukan di kaki bukit Himalaya tengah dan timur), in scattered locations of the northern plains of India as well as on the west coast of the subcontinent near Mumbai (juga tersebar di daerah utara India dan juga di pantai barat anak benua dekat Mumbai). There are a few varieties of the ashoka tree (terdapat beberapa jenis pohon asoka). One variety is larger and highly spreading (salah satu spesies mereka lebih besar dan mudah ditemukan). The columnar varieties are common in cultivation (yang berbentuk kolom lebih sering di budidayakan).

The ashoka tree is considered sacred throughout the Indian subcontinent (pohon asoka dianggap pohon suci bagi seluruh anak benua India), especially in India, Nepal and Sri Lanka (terutama di India, Nepal, dan Sri Lanka). This tree has many folklorical, religious and literary associations in the region (pohon ini mngendung banyak unsur masyarakat/ budaya, keagamaan dan mengandung nilai sastra bagi daerah setempat).

Highly valued as well for its handsome appearance and the color and abundance of its flowers (benar – benar sebuah bunga yang begitu berharga untuk keindahan dan kekayaan warna dari bunga itu sendiri), the ashoka tree is often found in royal palace compounds and gardens as well as close to temples throughout India (bunga asoka sering ditemukan di istana dan di taman dekat dengan kuil di India). It is believed Shakyamuni Buddha was born under an ashoka tree in Lumbini Garden (dipercaya Buddha Shakyamuni lahir dibawah pohon asoka di taman Lumbini). The ashoka tree is closely associated with the yakshi mythological beings (pohon bunga asoka sangat erat kaitannya dengan mitologi Yakshi).

One of the recurring elements in Indian art, often found at gates of Buddhist and Hindu temples (merupakan salah satu elemen yang digunakan terus – menerus pada kesenian India, seringnya ditemukan di gerbang kuil umat Budha dan Hindu), is the sculpture of a yakshini with her foot on the trunk and her hands holding the branch of a flowering ashoka tree (patung dari Yakshini dengan kakinya pada belaiannya dan kedua tangannya memegang ranting dari pohon bunga asoka). As an artistic element, often the tree and the yakshi are subject to heavy stylization (sebagai elemen kesenian, seringnya pohon bunga asoka dan Yakshi menjadi objek untuk gaya modern- tradisioanl (dalam karya seni) ) .

Some authors hold that the young girl at the foot of this tree is based on an ancient tree deity related to fertility (beberapa penulis berpendapat gadis muda yang terdapat di kaki pohon asoka ini didasari oleh dewa pohon kuno yang berkaitan dengan kesuburan). Yakshi under the ashoka tree were also important in early Buddhist monuments as a decorative element and are found in many ancient Buddhist archaeological sites (Yakshi dibawah pohon asoka juga sangat penitng bagi monument Budha ajamn dulu sebagai dekoratif elemen dan banyak ditemukan di arkeologi Budha kuno).

With the passing of the centuries the yakshi under the ashoka tree became a standard decorative element of Hindu Indian sculpture and was integrated into Indian temple architecture as salabhanjika ( dengan berlalunya waktu Yakshi yang berada dibawah pohon asoka menjadi standar dekoratif dari patung Hindu India dan di intergrasikan ke dalam arsitektur kuil india sebagai salabhanjika), because there is often a confusion between the ashoka tree and the sal tree (Shorea robusta) in the ancient literature of the Indian subcontinent (karena terdapat kebingungan antara pohon asoka dan pohon sal (Shorea Robusta) dalam literasi Kuno benua India) .

Health Benefits of Ashoka Tree: Help treat acne, It helps to treat gynecological problems, Helps improve intellect, Improves skin complexion, Prevents internal bleeding, Deals with stomach swelling and inflammation, and Treats diabetes and piles (keuntungan pohon bunga Asoka untuk kesehatan: membantu mengurangi jerawat, membantu mengatasi maslaah ginekologis, dapat membantu kecerdesan otak, memperbaiki warna kulit, mencegah pendarahan internal, dapat mengatasi pembengkakan pada perut dan inflamasi, dan dapat mengatasi diabetes) .


Tidak hanya sebagai hiasan bunga di taman atau di kuil bunga Asoka juga dikenla dengan banyak manfaatnya. Salah satunya sebagai obat yang dapat mengatasi Jerawat. Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang sangat menganggu banyak orang, terutama kaum hawa. Karna jerawat dapat mengurangi keindahan tampilan wajah kaum wanita. Selain bermanfaat dalam bidang kecantikan, asoka juga bermanfaat dalam bidang kesehatan, salah satu contohnya adalah diabetes. Bagaimana, apakah kalian menanam bunga Asoka di halaman rumah kalian? Jika tidak mungkin kalian boleh mempertimbangkan tumbuhan ini menjadi salah satu tumbuhan yang hadir di pekarangn rumah kalian selanjutnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel